Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anggota DPR Minta Pemerintah Tak Ambil Pusing soal 8 WNI Jadi Tentara

Anggota DPR Minta Pemerintah Tak Ambil Pusing soal 8 WNI Jadi Tentara
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
  • Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta pemerintah tidak mempermasalahkan delapan WNI yang telah menjadi tentara bayaran Rusia, melainkan menjadikannya bahan evaluasi.
  • Hasanuddin mendorong Kemlu memperkuat sosialisasi dan informasi kepada masyarakat tentang konsekuensi bergabung dengan militer negara asing.
  • Ia menyebut faktor ekonomi, keuntungan finansial, hingga keinginan memperoleh kewarganegaraan lain dapat mendorong WNI bergabung, dengan risiko kehilangan status WNI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai pemerintah tidak perlu mempersoalkan keputusan delapan WNI yang menjadi tentara bayaran Rusia. Pemerintah justru menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran ke depannya.

TB Hasanuddin juga mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meningkatkan sosialisasi dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai konsekuensi bergabung dengan militer negara asing.

"Namun yang paling penting adalah tidak mempermasalahkan delapan orang itu, wong sudah terlanjur kok. Yang paling penting, ini menjadi pengalaman bagi pemerintah Indonesia," kata Hasanuddin kepada jurnalis, Rabu (2/9/2026).

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More