KUR BRI Tembus Rp178 Triliun pada 2025, Jangkau Jutaan Debitur

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur sepanjang JanuariāDesember 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, penyaluran KUR tersebut merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, khususnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari total realisasi tersebut, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan Rp80,09 triliun atau 44,97 persen dari total KUR yang disalurkan.
āBRI sejak awal memang menjadi backbone penyaluran KUR,ā ujar Hery dalam konferensi pers Kinerja BRI, Kamis (26/2/2026).
1. BRI aktif salurkan pembiayaan perumahan lewat skema FLPP

Adapun fokus penyaluran KUR BRI tetap pada sektor-sektor produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan.
Selain KUR, BRI juga aktif dalam penyaluran pembiayaan perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Hingga akhir 2025 BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur di seluruh Indonesia," tegasnya.
2. BRI turut mendukung program 3 juta rumah

Hery menambahkan, perseroan turut mendukung program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Untuk 2026, BRI menargetkan penyaluran FLPP dapat mencapai sekitar 60.000 unit rumah bersubsidi," ungkapnya.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan strategi BRI dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat peran intermediasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
3. Laba bersih BRI capai Rp57,13 triliun

Adapun sepanjang 2025, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun. Angka tersebut turun sekitar 5,2 persen dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai Rp60,3 triliun.
Sementara itu, total aset BRI tumbuh 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2.135 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 7,4 persen (yoy) menjadi Rp1.467 triliun, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA).
BRI turut mencatat penurunan cost of fund DPK menjadi 2,9 persen pada akhir 2025, membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 3,1 persen.













![[QUIZ] Antara El Putra dan Rafi Sudirman, Siapa yang Bakal Jadi Pacarmu di Rangga & Cinta?](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/384ed-switzerland_blogspot.jpg)
![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin dan Ipin, Lihat Sebenarnya Kamu Ekstrovert atau Social Butterfly](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/Galau2_huffpost_zps1uapce5u.jpg)
![[QUIZ] Dari Cara Kamu Memilih Penginapan, Kami Tahu Kamu Tipe Traveler yang Mana](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/chiara4_ig_zpsxcy4tvox.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Bakal di-Notice sama PLAVE pas Konser di Jakarta?](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/grandpagrandmaski-anniversary-photographer-springfield-mo004-9db0009fb9e23b21f5096a646421313e.jpg)
![[QUIZ] Kamu Lebih Pilih Han Jae Pil atau Jung Hyun di A Hundred Memories?](https://image.rujakcingur.com/post/20251013/upload_42298f10cb338aa42cd501dc2b0a69fc_501ce895-3adc-4234-8a23-c83ecb045e2f.jpeg)
