Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google

    Sudah berkali-kali kukatakan
    Jangan potong pembicaraan Ibu Bapak
    Nanti kau durhaka, Dik 
    Kau benar-benar keras kepala

    Sudah berapa kali kau jatuh
    Masih ingin ke sana lagi?
    Nanti ibu bapak murka
    Riwayatmu jadi kenangan pilu mereka

    Banyak topeng di luar sana, Dik
    Jangan sampai kau terpukau
    Sadarlah sebelum ajal menghadang
    Aku tahu...
    Jalanmu kini terseok-seok
    Tapi, tidakkah kau rindu pulang ke rumah?

    Usia kita menua sudah...
    raga kita kan berkalang tanah
    kenapa kau hiraukan cela mereka?
    Umpatan mereka hanya sebatas ujung lidah
    Kau tenang saja, mereka itu lagi memakan bangkai

    Wahai wanita dalam lena
    Jauhi yang fana
    Supaya hidupmu bersahaja

    Wahai wanita dalam lena
    Kau belum terlambat
    Ikuti jalan pulangmu pada Tuhan
    Supaya kau tenang
    Tanpa kepalsuan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team