Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google

    Terima kasih kuucapkan pada malam yang menemukanmu,
    pada angin yang membawa suaramu,
    pada cahaya yang memperlihatkan sosokmu
    Juga pada kopi, cangkir, sendok, meja, dan kursi
    Yang mematri resonansi kata demi kata dariku dan darimu
    Merekam pertemuan kita dalam dimensi yang abadi

    *

    Kata-kata selalu menjadi mula
    Bersama kopi tubruk dan gula
    Ada cerita yang tak kusangka-sangka

    Kamu bersama kopi
    Rupanya menyimpan memoria yang kau bagi
    Di malam sembilan belas Februari

    *

    Jika malam saja berbatas
    Maka bersamamu, aku tak ingin melawan waktu
    Sebab membersamainya lebih seru

    Pertemuan kita bukan untuk saling beradu rindu
    Bukan pula merekam jejak masa lalu
    Atau menghabiskan kopi dan ceritamu

    Kamu menjemputku
    Tidak ke mana-mana, kita masih di sini bersama kopi

    Hanya saja, hatimu dan hatiku
    Saling menautkan jemari
    Serupa gula yang kuaduk dalam kopi

    Bersama
    Melengkapi pahit kopi yang apa adanya
    Untuk manis kita berdua

    Kita
    Terekam oleh ampas kopi tubrukmu yang berpulang pada alam
    Dalam cinta
    Semoga tak pernah karam

    ***

    Lereng gunung, 19022019

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team