Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asap Karhutla Indonesia Sudah Menyebar hingga Filipina

Asap Karhutla Indonesia Sudah Menyebar hingga Filipina
Pemimpin pelaut anggota kru udara Brendan Menz memperhatikan saat Helikopter Pendukung Maritim MRH-90 HMAS Choules mendarat di wilayah terdampak kebakaran hutan di bagian selatan New South Wales, Australia, pada 9 Januari 2020. Gambar diambil 9 Januari 2020. ANTARA FOTO/LSIS Shane Cameron/Australian Department of Defence/Handout via REUTERS
  • Asap karhutla dari Kalimantan telah terbawa angin monsun barat daya hingga Filipina, berjarak sekitar 2.000 kilometer, dan dampaknya diperkirakan terasa pada 1-3 September 2026.
  • Sejumlah wilayah Metro Manila mencatat PM2.5 tinggi dengan kualitas udara sangat tidak sehat hingga akut; warga didorong memakai masker N95 dan Quezon City menghentikan sementara kegiatan sekolah.
  • Otoritas memperkirakan kondisi membaik bila angin berubah serta hujan meluas pada 4-6 September, namun asap dapat bertahan hingga akhir pekan seiring kebakaran di Kalimantan memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sudah menyebar hingga ke Filipina pada Selasa (1/9/2026). Padahal, jarak lokasi titik kebakaran hutan dan lahan mencapai 2.000 kilometer dari Filipina.

Para ahli kesehatandi Filipina lalu mendorong warga untuk mengenakan masker N95 saat ke luar rumah lantaran kondisi udara terus memburuk. Biro Manajemen Lingkungan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB) Filipina, mengatakan, kabut asap karhutla Indonesia terbawa angin monsun barat daya ke Filipina. Dampaknya dapat dirasakan pada 1 hingga 3 September 2026.

"Situasi kabut asap sebagian besar berada di luar kendali kami karena hal ini bergantung pada sejumlah faktor di luar Filipina, termasuk intensitas karhutla di Kalimantan (Indonesia), pola angin yang dominan, dan curah hujan di seluruh wilayah tersebut," kata Kepala Divisi Manajemen Kualitas Lingkungan DENR-EMB, Jundy del Socorro, dikutip dari Manila Times, Rabu (2/9/2026).

Hasil pemantauan DENR-EMB menunjukkan pada 1 September, beberapa wilayah di Metro Manila mencatat tingkat PM2.5 yang tinggi dengan kualitas udara mencapai tingkat sangat tidak sehat hingga sangat tidak sehat akut. PM2.5 adalah partikel polutan seperti debu, jelaga, kotoran, asap, dan tetesan cairan yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan kondisi seperti stroke, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis. Partikel itu dapat melayang udara dalam jangka waktu lama.

    Share Article
    Topics
    Editorial Team

    Related Articles

    See More