Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Trump Serang Iran: Tak Mau Diserang Duluan

Alasan Trump Serang Iran: Tak Mau Diserang Duluan
trump
Intinya Sih
Gini Kak
  • Presiden Donald Trump memutuskan menyerang Iran bersama Israel karena ingin mencegah serangan lebih dulu terhadap Amerika Serikat, menurut penjelasan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
  • Rubio menegaskan langkah itu juga untuk melindungi pasukan Amerika dan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir di bawah kepemimpinan Trump.
  • Badan Atom Internasional (IAEA) menyatakan belum menemukan bukti bahwa Iran memiliki atau sedang membangun senjata nuklir, meski tingkat pengayaan uraniumnya menimbulkan kekhawatiran global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengungkap alasan Presiden Donald Trump ikut Israel menyerang Iran. Menurutnya, Trump membuat keputusan menyerang Iran karena ia dihadapkan pada ‘kesempatan unik’ agar misi mereka berhasil.

“Presiden bertekad, kita tidak akan diserang terlebih dahulu. Sesederhana itu,” kata Rubio menjelang pengarahan tertutup untuk para anggota parlemen, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (4/3/2026).

1. Menyerang supaya tak diserang balik

1280px-marco-rubio-by-gage-skidmore-3-2d588b538864a3b2a1a0b557d321694d-521797ec393ecd896726f902da8b7f03.jpeg
menlu

Rubio mengulangi pernyataannya sehari sebelumnya yang sempat memicu reaksi keras. Ia mengatakan Trump percaya Israel bertekad bertindak dan ingin AS mempertimbangkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk mencegah balasan ke pangkalan-pangkalan AS.

“Kita tidak akan membahayakan pasukan Amerika,” ujar Rubio, yang juga menegaskan perlindungan bagi militer AS tetap menjadi prioritas di tengah ketegangan Timur Tengah.

2. Tak ingin Iran dapat senjata nuklir

eyxxfx9wuaeqcik-2d588b538864a3b2a1a0b557d321694d-0ccd9e8d8851adf187ab61a9984bf49b.jpeg
nuklir

Di tengah perubahan alasan pemerintahan untuk perang dengan Iran, Rubio juga kembali pada alasan awal Trump.

“Tidak mungkin rezim teroris ini akan mendapatkan senjata nuklir, tidak di bawah pengawasan Donald Trump,” kata Rubio.

Padahal, serangan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah AS dan Iran duduk di meja perundingan yang dimediasi Oman. Memang belum ada kesepakatan yang dicapai, dan Trump disebut-sebut tidak senang dengan hasil perundingan terbaru.

3. IAEA tegaskan Iran tak miliki senjata nuklir

rafael-mariano-grossi-opening-remarks-01012446-d39f0138309a158e0cc4a8ee6637b53f-a6f5076313b164eff45e84fe46c81b4a.jpeg
drijen

Di sisi lain, Badan Atom Internasional (IAEA) menegaskan, berdasarkan pantauan mereka, Iran tak memiliki senjata nuklir.

“Para inspektur IAEA belum menemukan bukti program Iran yang terkoordinasi untuk membangun senjata nuklir,” kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, mematahkan klaim Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Grossi membenarkan Teheran telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen, tingkat yang jauh melampaui kebutuhan energi sipil. Grossi mengatakan, pengayaan semacam itu merupakan sesuatu yang hanya dimiliki oleh negara-negara dengan senjata nuklir.

Ia menekankan, para inspektur tidak dapat menyimpulkan Iran bermaksud untuk membangun bom, tetapi mengatakan penimbunan tersebut menimbulkan pertanyaan serius.

“Pengayaan ini adalah sumber kekhawatiran yang kami miliki dan tidak ada tujuan yang jelas untuk mengakumulasi material pada tingkat tersebut,” katanya.

“Sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material itu,” ujar Grossi. Ia menambahkan, secara teoritis ini akan cukup untuk menghasilkan lebih dari 10 hulu ledak nuklir.

“Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak,” tegasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Dani
EditorDani
Follow Us

Latest in News

See More