Menjangkau konsumen dengan anggaran terbatas bukan sekadar soal menawarkan harga murah. Mereka tetap perlu memenuhi berbagai kebutuhan, sehingga manfaat produk dan kemampuan untuk membayarnya sama-sama menjadi pertimbangan dalam berbelanja.
Survei Konsumen Bank Indonesia September 2026 menunjukkan bahwa kelompok dengan pengeluaran Rp1–2 juta per bulan menggunakan 77,2% pendapatannya untuk konsumsi. Kelompok ini juga menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang pesimistis terhadap penghasilan saat ini (Hariyanto, 2026).
Temuan ini memberi gambaran tentang tekanan anggaran yang dihadapi kelompok tersebut, meski tidak bisa langsung mewakili seluruh konsumen kelas bawah. Dalam kondisi seperti ini, harga memang penting, tetapi belum tentu menjadi satu-satunya penentu pilihan.
Karena itu, produk yang lebih murah belum tentu otomatis menjadi pilihan. Konsumen juga perlu melihat apakah manfaat yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka dan sepadan dengan uang yang harus dikeluarkan.
