[CERPEN] Kawan Sore
![[CERPEN] Kawan Sore](https://image.rujakcingur.com/post/20191022/photo-1483884105135-c06ea81a7a80-b4fad14bb67125d0560e7837c7070e2b.jpg)
Sore itu langit nampak cerah dengan warna biru terang dihiasi dengan pemandangan lalu lalang para kawanan burung. Mata perempuan berkulit hitam manis itu berbinar binar menyaksikan kawanan burung itu terbang di atas kepalanya. Seseorang di sampingnya pun tak kalah bahagianya melihat pemandangan itu. Hamparan lapangan yang luas menjadi alas bagi tubuh mereka.
āRa, hari ini langitnya cerah yah, nggak kayak biasanyaā Kata perempuan berwajah pucat di sampingnya itu.
āIyah, mungkin lagi bahagia. Karena hari ini hari ulang tahunmuā Perempuan itu menoleh kepada perempuan berwajah pucat di sampingnya.
āKamu mau hadiah apa Tian?ā Tanyanya bangkit dari tidurnya.
Perempuan berwajah pucat itu juga bangkit mengikuti Rara.
āAku? Nggak mau hadiah apa apaā Jawabnya menatap lurus
āKok gitu? ā
Tian tersenyum, senyumnya lemah.
āKalau aku mau kamu menemani aku di sini tiap sore hari, Tuhan bakalan kabulin nggak yah?ā Tian kemudian menengadahkan kepalanya ke langit.
āDikabulin lah. Tuhan kan baikā
āKamu nggak akan selamanya bisa ada di sini Ra, suatu hari kamu pasti pergiā
āNggak! Siapa bilang! Aku nggak akan pergi! Buktinya, setiap sore aku datang ke siniā
Perempuan pucat itu menatap kawannya yang berada di sampingnya kemudian tersenyum.
āAku bakal tetap jadi kawan Tian selamanya. Aku nggak akan pergiā
āJanji yah Raā¦ā Perempuan pucat itu mengangkat kelingkingnya.
āJanjiā Rara kemudian mengaitkan kelingkingnya. Mereka berdua tertawa bahagia.
āOh iyah Tian, hari ini pak Bowo mengusirku lagi, aku kesalā Rara tiba tiba bersuara. Perempuan pucat itu merespon dengan senyuman.
āSeharusnya kamu memang tidak ada di sini Raā Jawab Tian.
āDia selalu saja menggangguku, inikan rumahmuā Katanya kesal.
Langit kemudian berubah warna menjadi merah muda. Sebentar lagi malam. Rara harus bangkit secepatnya meninggalkan Tian sendirian. Sebentar lagi sosok Rara akan menghilang. Ia berdiri dari tempat duduknya menatap tempat peristirahatan Tian. Esok Rara akan kembali lagi di sore hari dan kembali berbincang dengan Tian.
Seseorang sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan, melihat tingkah anehnya yang duduk sendirian di samping sebuah nisan. Tertawa, tersenyum dan berbicara entah kepada siapa.
Seorang kakek tua menghampirinya. āNamanya Rara, gadis yang akan kamu lihat setiap sore hari di tempat ini.
āApa yang dia lakukan di sana?ā
āNisan itu milik sahabatnya. Tian, yang sebulan lalu kecelakaan dan meninggal, Rara merasa bersalah dengan kepergian Tian, itu sebabnya dia selalu berhalusinasi bertemu Tian setiap sore hari di tempat ini. ā
āApa dia tidak ke dokter?ā
āSudah. Tentu saja. Orang tua mana yang akan tega melihat anaknya seperti itu. Tapi halusinasinya sangat kuat, hanya dia yang bisa melawannya.ā
Laki laki itu ternganga mendengar penjelasan dari pak Bowo, penjaga makam.
āKamu akan terbiasa melihatnya nanti.ā Pak Bowo kemudian berlalu meninggalkan lelaki itu.
Keesokan harinya, lelaki itu datang lagi dan memastikan keberadaan gadis itu. benar saja, gadis itu datang tepat pada sore hari.
Lelaki itu menghampirinya. āHai, boleh duduk di sini?ā
āKamu siapa?ā
āNamaku Dittoā Perempuan itu menatap heran.
āSedang apa di sini?ā Tanya Ditto, duduk di samping Rara.
āBerkunjung ke rumah sahabatkuā
āSahabat kamu mana?ā
āNih, ada di sampingku, namanya Tianā Kata perempuan itu bahagia, Ditto berupaya mengulas senyum semanis mungkin.
āApa sahabatmu melihatku?ā
āApa maksudmu, tentu saja dia melihatmu, kau tidak lihat dia tersenyumā
Ditto mengangguk.
āSahabatmu membisikkanku sesuatuā
āApa katanya?ā
āDia bilang, aku harus membawamu dari sini, ke tempat yang lebih nyamanā
āBenarkah? Tian apa benar kau berkata demikianā Ucapnya dengan sosok imajinasinya.
āKemana Tian pergi? Kenapa dia menghilang?ā
āDia sudah pergi duluan, kau mau ikut denganku kan?ā Ditto mengulurkan tangannya kepada perempuan manis itu.
āAsal Tian ada, aku mauā Perempuan itu kemudian meraih tangan Ditto. Ditto membawa perempuan itu pergi dari pemakaman itu, langkah awal untuk membuatnya keluar dari dunia imajinasinya.
Ini bukan pertama kalinya Ditto menghadapi hal seperti ini, pekerjaannya menuntutnya untuk memasuki dunia pasiennya yang tidak bisa dipahami oleh manusia normal pada umumnya. Ia ingin membantu perempuan malang ini, agar perempuan ini bisa hidup normal dan terbebas dari rasa bersalah.















![[QUIZ] Antara El Putra dan Rafi Sudirman, Siapa yang Bakal Jadi Pacarmu di Rangga & Cinta?](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/384ed-switzerland_blogspot.jpg)
![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin dan Ipin, Lihat Sebenarnya Kamu Ekstrovert atau Social Butterfly](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/Galau2_huffpost_zps1uapce5u.jpg)
![[QUIZ] Dari Cara Kamu Memilih Penginapan, Kami Tahu Kamu Tipe Traveler yang Mana](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/chiara4_ig_zpsxcy4tvox.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Bakal di-Notice sama PLAVE pas Konser di Jakarta?](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/grandpagrandmaski-anniversary-photographer-springfield-mo004-9db0009fb9e23b21f5096a646421313e.jpg)
![[QUIZ] Kamu Lebih Pilih Han Jae Pil atau Jung Hyun di A Hundred Memories?](https://image.rujakcingur.com/post/20251013/upload_42298f10cb338aa42cd501dc2b0a69fc_501ce895-3adc-4234-8a23-c83ecb045e2f.jpeg)