Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Resolusi Buruh Tani

[PUISI] Resolusi Buruh Tani
Unsplash/BBH Singapore
Share Article

Pernahkah Tuan merasa?
Jika terompet yang saling bersautan
Serta lagu yang tak hentinya Tuan dendangkan
Di telingaku terdengar seakan genderang perang

Ya, sudah waktunya untuk bertempur
Penuhi tuntutan hingga keringat penuh lumpur
Untuk si kecil yang merengek minta bubur
Tak jarang pula, biniĀ  malah minta kabur

Begitulah nasib kami
Si buruh yang melekat pada kaum tani
Sungguh tiada banyak resolusi yang kami miliki
Hanya ingin, segala kebutuhan tercukupi

Tuan, kuharap engkau maklum dengan tulisan ini
Kami bukan pujangga maupun sekelas menteri
Yang lihai menggunakan bahasa tinggi
Bahkan tak terjangkau walau sudah kami daki

Oh ya, jika Tuan bersedia
Titipkan salam ini untuk Bapak Ibu di singgasana
Tak cukupkah mulut manis itu terus berbusa?
Padahal banyak janji yang kerap sekadar wacana

Ā 

Semarang, 4 Januari 2019

Ruli Rukmana Sakti

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More