Malam senyap di belantara anganĀ
Merangkul embun yang bekukan hatiĀ
Ditemani oleh melodi perih
Terlelap sampai hitam bersembunyi
Kuakui kepedihan tertinggal dalam dada
Memporak hati yang telah mati
Menggores mata hingga tangis membendung
Menusuk jantung yang kian tak berdaya
Retak kini yang mulai kurasakan
Menari dalam percikan nanah pekat
Hingga secercah merah bersemayamĀ lega
Bahkan, awan pun seakan enggan memandangĀ
Aduhai, belahan hatikuĀ
Mengapa kau ikat hati ini pada belati
Membiarkannya perih berjuta kali
Sampai merobek tanpa secercah peduli
Dimana naluri sehat yang selalu kau hargai?
Mungkinkah ia telah terbujur mati
Terkubur kaku dalam peti misteri
Hingga yang tersisa hanyalah otak tiada budi
Bertahta sesak hati
Aku mulai menyadari
Akan indah dan sengsaranya
Berjuta rasa juga lara
![[PUISI] Petang Menyapa](https://image.rujakcingur.com/post/20190330/hallway-1245845-480-2d3ebc5f3bc1de97b8c63ec784442601.jpg)






![[QUIZ] Dari Karakter Upin Ipin, Ini Cara Kamu Handle Tekanan di Tempat Kerja](https://image.rujakcingur.com/post/20260702/upload_e5a6eb4f19678225331e53a1f4f5a2b3_a649e6a0-263d-4301-b86b-705f8e7a268f.jpeg)



![[QUIZ] Cara Kamu Mengatasi Konflik Mirip Karakter 'Upin & Ipin' Ini](https://image.rujakcingur.com/post/20260526/upload_3ebe829817a4d354eaa3436b1a38c730_02a46673-66b7-4894-828b-8cea8ce1d985.jpeg)



![[QUIZ] Dari Camilan Favoritmu, Kami Tahu Tempatmu Nobar Piala Dunia 2026!](https://image.rujakcingur.com/post/20260309/upload_3b433c761bb669cc59d422a4818c175d_acfddcdf-0292-40f9-a586-1d1ea89ac0cb_watermarked_idntimes-1.jpeg)




