Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Perlahan Menyelinap Pergi

Share Article

Mungkin telah tiba saatnya untuk berhenti
Mengejar mimpi yang bukan milikku maupun milikmu
Ingin ku kurung ucapan selamat tinggal yang terakhir
Bibir boleh saja berujar, namun hati menyangkal dengan sempurna

Selama ini cinta telah memainkan perannya dengan baik
Ia bentangkan layar pada bahtera kisah asmara
Berulang kali ia degupkan jantungku begitu kerasnya
Setiap kali matamu mengisap semestaku

Bukan menjadi salah siapapun
Lambat laun sang waktu membawa pergi rasa dari tengah-tengah kita
Debar yang dahulu membahana
Kini hanya menyisakan getar yang sebentar redup

Jujur, aku tak tahu bagaimana cara mengakhiri sebab aku juga tak tahu bagaimana caranya memulai
Cerita mengalir begitu saja
Bila ada yang ingin aku sampaikan untuk terakhir kalinya;
Tetaplah menjadi manusia bermartabat hingga nanti akhirnya pada suatu titik akan kau temui dia yang merengkuhmu dalam gelap dan terang, yang akan membimbingmu hingga akhir napas.

Jangan bersedih karena sesuatu telah berakhir, namun tersenyumlah karena sesuatu itu pernah terjadi.

Maaf... dan sekali lagi, terima kasih untuk segalanya.
Aku menyayangimu selalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More
artikel punya baca juga

artikel punya baca juga

01 Jul 2026, 13:47 WIB
Sed fugiat amet eu omnis

Sed fugiat amet eu omnis

27 Mei 2026, 15:45 WIB
case event

case event

19 Mei 2026, 16:18 WIB
artikel baru ramadan

artikel baru ramadan

18 Feb 2026, 10:35 WIB
dewd

dewd

10 Feb 2026, 10:49 WIB
Artikel coba save aja

Artikel coba save aja

10 Feb 2026, 00:00 WIB