Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Malam Terakhir Bersamanya

[PUISI] Malam Terakhir Bersamanya
Unsplash/Marc-Olivier Jodoin
Share Article

Kehidupan tak pernah lupa menyapa
Dengan senyuman yang berpura-pura penuh makna
Dalam getir yang memasung harapan putus asa
Aku siap berdiri lagi meski untuk berduka

Serupa laksamana yang memerintahkan prajurit yang seadanya
Gemuruh dalam benakku selalu menjadi tempat paling pusaka
Membangkitkan ketegaran yang luluh lantah penuh luka
Mencari seteguk wacana yang nantinya siap untuk merdeka

Selalu begitu kawan, dunia selalu mampu membuat lelahmu terpana
Sedang kita yang sejak awal hanya bermodal resah dan tawa
Harus tetap melangkah meninggalkan segala euforia
Mengizinkan kenangan mengambil alih ingatan yang tersisa

Aku
akan
melupakannya,
melulu seperti itu caraku menghibur diri di belakang bayangnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha
EditorYudha

Related Articles

See More
artikel punya baca juga

artikel punya baca juga

01 Jul 2026, 13:47 WIB
Sed fugiat amet eu omnis

Sed fugiat amet eu omnis

27 Mei 2026, 15:45 WIB
case event

case event

19 Mei 2026, 16:18 WIB
artikel baru ramadan

artikel baru ramadan

18 Feb 2026, 10:35 WIB
dewd

dewd

10 Feb 2026, 10:49 WIB
Artikel coba save aja

Artikel coba save aja

10 Feb 2026, 00:00 WIB