Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    [PUISI] Lirih dan Hening
    pixabay.com/arvndvisual

    Aku terjaga kembali
    Setelah lelap yang sekejab
    Mencari sisa rasa usai ketiadaan
    Dalam puing reruntuhan kisah
    Sunyi senyap

    Aku memejamkan mata lagi
    Berharap pelupuk mampu membendung isak
    Bentengi aliran yang kian deras
    Hingga genangi pipi tanpa henti
    Sedu sedan

    Aku terjatuh
    Dan semakin terjebak
    Dalam pusara ketidakpastian
    Menanti uluran tangan
    Yang mengangkatku keluar

    Aku menunggu
    Masih saja menanti asa
    Untuk kembali bersama cumbui biru
    Atau tetap menepi bersama pekat
    Diam bersama hampa

    Dalam lirih aku mengaduh
    Dalam hening aku meronta
    Seorang diri
    Tanpamu yang kini memilih pergi

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team

    EditorTyas