[PUISI] Di Ujung Timbangan yang Miring
![[PUISI] Di Ujung Timbangan yang Miring](https://image.rujakcingur.com/post/20250602/889865e2df8b49c05875c62cf9c5670f.jpg)
Di lorong sunyi kota yang bising,
jejak langkah rakyat kecil terhapus angin,
di bawah bayang megah gedung pengadilan,
keadilan duduk tapi tak menoleh ke kiri,
hanya melihat emas yang disodorkan dari kanan.
Timbangan itu dulu katanya suci,
kini condong, berat sebelah, penuh intrik
hukum berdiri tapi matanya tidak tertutup,
karena ia tahu siapa yang bisa membeli
dan siapa yang tak sanggup membayar mimpi.
Tangis ibu yang anaknya dituduh curi roti,
tak pernah menggema di ruang hakim tinggi,
tapi senyum pengusaha yang lolos korupsi
mengalirkan angin sejuk ke ruang sidang ini.
Apakah keadilan hanya dongeng sekolah dasar?
Apakah suara kecil harus selalu dibungkam?
Di mana tempat bagi mereka yang tak punya kuasa,
selain di balik jeruji dan luka yang dipendam?
Rakyat kecil terus berjalan, tertatih dan diam,
di negeri yang menjanjikan hak namun memberi pil pahit.
Dan keadilan,keadilanĀ
mungkin hanya sebuah nama,
bukan sesuatu yang pernah berpihak.
[PUISI] Di Ujung Timbangan yang Miring (1)

Di lorong sunyi kota yang bising,
jejak langkah rakyat kecil terhapus angin,
di bawah bayang megah gedung pengadilan,
keadilan duduk tapi tak menoleh ke kiri,
hanya melihat emas yang disodorkan dari kanan.
Timbangan itu dulu katanya suci,
kini condong, berat sebelah, penuh intrik
hukum berdiri tapi matanya tidak tertutup,
karena ia tahu siapa yang bisa membeli
dan siapa yang tak sanggup membayar mimpi.
Tangis ibu yang anaknya dituduh curi roti,
tak pernah menggema di ruang hakim tinggi,
tapi senyum pengusaha yang lolos korupsi
mengalirkan angin sejuk ke ruang sidang ini.
Apakah keadilan hanya dongeng sekolah dasar?
Apakah suara kecil harus selalu dibungkam?
Di mana tempat bagi mereka yang tak punya kuasa,
selain di balik jeruji dan luka yang dipendam?
Rakyat kecil terus berjalan, tertatih dan diam,
di negeri yang menjanjikan hak namun memberi pil pahit.
Dan keadilan,keadilanĀ
mungkin hanya sebuah nama,
bukan sesuatu yang pernah berpihak.
[PUISI] Di Ujung Timbangan yang Miring (2)

Di lorong sunyi kota yang bising,
jejak langkah rakyat kecil terhapus angin,
di bawah bayang megah gedung pengadilan,
keadilan duduk tapi tak menoleh ke kiri,
hanya melihat emas yang disodorkan dari kanan.
Timbangan itu dulu katanya suci,
kini condong, berat sebelah, penuh intrik
hukum berdiri tapi matanya tidak tertutup,
karena ia tahu siapa yang bisa membeli
dan siapa yang tak sanggup membayar mimpi.
Tangis ibu yang anaknya dituduh curi roti,
tak pernah menggema di ruang hakim tinggi,
tapi senyum pengusaha yang lolos korupsi
mengalirkan angin sejuk ke ruang sidang ini.
Apakah keadilan hanya dongeng sekolah dasar?
Apakah suara kecil harus selalu dibungkam?
Di mana tempat bagi mereka yang tak punya kuasa,
selain di balik jeruji dan luka yang dipendam?
Rakyat kecil terus berjalan, tertatih dan diam,
di negeri yang menjanjikan hak namun memberi pil pahit.
Dan keadilan,keadilanĀ
mungkin hanya sebuah nama,
bukan sesuatu yang pernah berpihak.
[PUISI] Di Ujung Timbangan yang Miring (3)

Di lorong sunyi kota yang bising,
jejak langkah rakyat kecil terhapus angin,
di bawah bayang megah gedung pengadilan,
keadilan duduk tapi tak menoleh ke kiri,
hanya melihat emas yang disodorkan dari kanan.
Timbangan itu dulu katanya suci,
kini condong, berat sebelah, penuh intrik
hukum berdiri tapi matanya tidak tertutup,
karena ia tahu siapa yang bisa membeli
dan siapa yang tak sanggup membayar mimpi.
Tangis ibu yang anaknya dituduh curi roti,
tak pernah menggema di ruang hakim tinggi,
tapi senyum pengusaha yang lolos korupsi
mengalirkan angin sejuk ke ruang sidang ini.
Apakah keadilan hanya dongeng sekolah dasar?
Apakah suara kecil harus selalu dibungkam?
Di mana tempat bagi mereka yang tak punya kuasa,
selain di balik jeruji dan luka yang dipendam?
Rakyat kecil terus berjalan, tertatih dan diam,
di negeri yang menjanjikan hak namun memberi pil pahit.
Dan keadilan,keadilanĀ
mungkin hanya sebuah nama,
bukan sesuatu yang pernah berpihak.















![[QUIZ] Antara El Putra dan Rafi Sudirman, Siapa yang Bakal Jadi Pacarmu di Rangga & Cinta?](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/384ed-switzerland_blogspot.jpg)
![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin dan Ipin, Lihat Sebenarnya Kamu Ekstrovert atau Social Butterfly](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/Galau2_huffpost_zps1uapce5u.jpg)
![[QUIZ] Dari Cara Kamu Memilih Penginapan, Kami Tahu Kamu Tipe Traveler yang Mana](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/chiara4_ig_zpsxcy4tvox.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Bakal di-Notice sama PLAVE pas Konser di Jakarta?](https://image.rujakcingur.com/post/20250611/grandpagrandmaski-anniversary-photographer-springfield-mo004-9db0009fb9e23b21f5096a646421313e.jpg)
![[QUIZ] Kamu Lebih Pilih Han Jae Pil atau Jung Hyun di A Hundred Memories?](https://image.rujakcingur.com/post/20251013/upload_42298f10cb338aa42cd501dc2b0a69fc_501ce895-3adc-4234-8a23-c83ecb045e2f.jpeg)