AHY: Oposisi Harus Konstruktif Bukan Memecah Belah Bangsa

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan partai politik yang berkoalisi dengan pemenang pemilu harus bertanggung jawab mendukung semua program pemerintah agar dapat terealisasi untuk kepentingan rakyat. Sebaliknya, partai oposisi harus mampu memberikan kritik konstruktif, bukan memecah belah bangsa.
Pernyataan ini disampaikan AHY menyikapi politik dua kaki ala PDIP yang disinggung oleh elite PKB. Tudingan ini muncul setelah ada dugaan kader PDIP ikut turun gunung dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026).
"Ketika menjadi oposisi, tugasnya memberikan pandangan dan kritik yang konstruktif serta menghadirkan solusi, bukan memecah belah bangsa dan bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah," kata AHY di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2026).
1. AHY bicara pengalaman Demokrat sebagai oposisi dan pemenang pemilu
AHY mengatakan, pengalaman Demokrat sudah lengkap dalam politik nasional. Demokrat pernah menjadi partai pemenang pemilu selama dua periode dan partai oposisi dalam rentang waktu yang sama pada pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.
Demokrat menghormati sikap politik masing-masing partai. Kendati demikian, AHY mengajak semua pihak untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan partisan.
"Politik memang dinamis dan kadang menghangat. Tetapi mari kita sadari bahwa saat ini masih tahun 2026 dan menuju 2029 masih cukup lama," kata Menko Infrastruktur dan Kewilayahan tersebut.




