Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Teknologi Futuristik Ini Jarang Diketahui Orang Banyak, Keren!

5 Teknologi Futuristik Ini Jarang Diketahui Orang Banyak, Keren!
komando.com
Share Article

Dulu pernah membayangkan gak sih kalau tenaga manusia lambat laun akan tergantikan oleh teknologi robot? Misalnya saja di Jepang ada hotel mulai dari resepsionis hinggaĀ room boyĀ adalah robot.

Selain contoh tersebut, masih banyak teknologi futuristik yang telah diciptakan. Mulai dari baterai atom yang hemat daya untuk misi luar angkasa, hingga anggota badan robot yang bisa dikendalikan oleh pikiran. Selengkapnya, simak teknologinya di bawah.

  1. 1. Baterai atom

    wikimedia.org/ENERGY.GOV
    wikimedia.org/ENERGY.GOV

    Baterai atom atau yang dikenal dengan baterai nuklir atau generator radioisotop, teknologi ini pertama kali ditunjukkan oleh Henry Moseley pada tahun 1913. Selama tahun 1950-an dan tahun 1960-an, ada banyak penelitian di lapangan untuk membuat baterai tahan lama sebagai misi luar angkasa.

    Mirip dengan reaktor nuklir, baterai atom menghasilkan listrik dari energi atom, tetapi tanpa reaksi berantai. Konverter energi dapat berupa generator termal, seperti generator termoelektrik atau termionik, atau non-termal, yang mengekstraksi bagian dari energi yang terjadi saat terdegradasi menjadi panas.

  2. 2. Powered exoskeleton

    medicaldevice-network.com
    medicaldevice-network.com

    Versi paling awal dari Powered Exoskeleton dikembangkan oleh Nicholas Yagn pada tahun 1890. Menurut laman Safety+Health Magazine, Hardiman menjadi mesin mobile pertama yang terintegrasi, serta dikembangkan bersama oleh General Electric dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat pada tahun 1960-an.

    Dengan Powered Exoskeleton, seseorang mampu mengangkat beban seberat 110 kilogram tetapi terasa seperti mengangkat beban seberat 4,5 kilogram. Powered Exoskeleton saat ini digunakan di rumah sakit Jepang.

  3. 3. Sensor gambar transparan

    news.stanford.edu
    news.stanford.edu

    Sensor gambar transparan dikembangkan oleh para peneliti, seperti Alexander Koppelhuber dan Oliver Bimber dari Universitas Johannes, yang menggunakan fenomena bagaimana cahaya menjadi lebih redup melalui polimer. Tidak seperti teknologi yang ada, polimer tidak dapat dibagi menjadi piksel individu.

    Teknologi baru yang bebas sentuhan ini di masa depan dapat digunakan di televisi dan komputer, serta memberi gamer kendali gerakan penuh tanpa perlu kamera atau alat pelacak gerak.

  4. 4. Lampu bertenaga gravitasi

    wikimedia.org/GravityLight
    wikimedia.org/GravityLight

    Setelah dua kampanye penggalangan dana, Martin Riddiford dan Jim Reeves mengembangkan konsep Gravity Light secara lebih lanjut. Beban yang berputar jatuh perlahan-lahan menggerakkan generator listrik dan menyalakan lampu selama 25 menit.

    Setelah itu, beban dapat diangkat kembali dengan kabel untuk memberi daya cahaya selama 25 menit berikutnya. Saat diproduksi secara massal, lampu ini dapat berfungsi sebagai alternatif tanpa biaya operasional untuk lampu listrik normal.

  5. 5. Anggota badan robot yang dikendalikan pikiran

    komando.com
    komando.com

    Para peneliti dari Johns Hopkins Applied Physics Lab, yang didanai oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), mengembangkan lengan robot canggih yang dikendalikan oleh pikiran. Llengan robot itu diberikan kepada Johnny Matheny dari Florida yang kehilangan lengannya karena kanker pada tahun 2005.

    Mereka mengembangkan algoritma yang dapat membaca aktivitas listrik yang direkam oleh elektroda noninvasif yang ditempatkan di kulit kepala dan membedakan pola yang terkait dengan gerakan lengan.

    Itulah beberapa teknologi futuristik yang jarang diketahui oleh banyak orang. Penemuan-penemuan di atas dapat membantu kehidupan manusia agar lebih mudah di masa depan, lho.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More