Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Hanya Jago Gocek, 6 Pemain Naturalisasi Ini Juga Layak Jadi Cover Boy

Tak Hanya Jago Gocek, 6 Pemain Naturalisasi Ini Juga Layak Jadi Cover Boy
Share Article

Bagi pemainĀ sepak bola, keahlian dalam menggocek si kulit bundar merupakan hal yang tak bisa ditawar. Keahlian juga tak mengenal batas negara. Oleh karena itu, naturalisasi pemain adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Indonesia juga tak ketinggalan melakukan naturalisasi untuk memperkuat tim. Nah, berikut ini enam pemain yang semula berkewarganegaraan lain, kemudian dinaturalisasi oleh pemerintah. Mereka tak hanya berparas menawan, tapi juga punya kemampuan yang baik di lapangan.

  1. 1.Irfan Bachdim

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/bachdim-2-4bedad35e3e1f47bca48ef57cf759750.jpg

    Irfan Bachdim adalah pemain sepak bola keturunan Indonesia dan Belanda. Ia awalnya memegang paspor Belanda, sebelum akhirnya dinaturalisasi pada 2010 menjelang pagelaran Piala AFF di tahun yang sama. Setelah sempat melanglang buana di klub seperti Persema Malang, Chonburi Thailand, dan Consadole Sapporo, Irfan akhirnya kembali merumput di Indonesia bersama Bali United. Pada Piala AFF 2016 lalu, Irfan absen karena cedera. Ketidakhadiran Irfan sempat membuat timnas limbung karena ia adalah salah satu pemain terbaik.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/bachdim-3-82516225b896e898be2c5aaa4d18eb85.jpg
  2. 2. Stefano Lilipaly

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/lilipaly-1-cdb1955db1acc36e43a1a2de00efe350.jpg

    Sama seperti Irfan, gelandang serang berusia 27 tahun ini juga sempat berstatus sebagai warga negara Belanda. Lahir dari ayah Indonesia dan ibu Belanda, StefanoĀ dinaturalisasi pada 2011. Meski demikian, ia baru mengawali debutnya bersama timnas Indonesia pada 2013 saat melawan Filipina.

    Walau bermain bersama timnas, tapi di level klub, Stefano membela tim Belanda bernamaĀ SC Cambuur yang berada di kasta kedua Liga Belanda. Terbaru, ia membawa timnya menang melawanĀ Achilles '29. Alhasil, peluang SC Cambuur untuk naik ke kasta tertinggi Eredivisie semakin besar.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/lilipaly-2-c4f2815cf235868a01b76db6079dfa54.jpg
  3. 3. Kim Kurniawan

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/kim-1-78727b385f5c35ecc26fbd75870f6cc5.jpg

    Kim dinaturalisasi di waktu yang bersamaan dengan Irfan Bachdim. Kakaknya, Jennifer, bahkan menikah dengan Irfan. Pemain berusia 26 tahun yang pernah menjadi warga negara JermanĀ itu juga sempat memperkuat Persema itu kini membela tim Maung Bandung, Persib.

    Bermain sebagai gelandang, kehadiran Kim di Persib awalnya tak diterima begitu saja oleh para Viking. Namun, sekarang pendukung Persib merapatkan barisan untuk menyemangati Kim, terutama setelah ia mampu mencetak gol yang membawa Persib melaju ke semifinal Piala Presiden 2017. Walau Persib akhirnya gagal lolos ke final, tapi fans Persib tetap menganggapnya pahlawan.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/kim-2-64865429edf8e3d4ff0c747c01d1b19c.jpg
  4. 4. Raphael Maitimo

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/maitimo-3-4353a1adc45e83cc19caad8a4b63753d.jpg

    Pemain bernama lengkapĀ Raphael Guillermo Eduardo Maitimo ini dinaturalisasi pada 2011.Ā Ia lahir dan besar di Negeri Kincir Angin Belanda. Ia pertama kali membela timnas pada Piala AFF 2012 yang kala itu dilatih Nil Maizar. Di level klub, perjalanan gelandang berusia 32 tahun tersebut sudah seperti pemain Manchester United, Zlatan Ibrahimovic.

    Ia pernah merumput bersama klub Belanda Feyenoord dan FC Dordrecht, klub Tiongkok Beijing Institute of Technology, lalu Bali De Vata, Mitra Kukar, Sriwijaya, Persija, Arema Cronus, hingga akhirnya berlabuh di PSM Makassar. Menariknya, saat di Feyenoord, Maitimo sempat bermain bersama mantan penyerang MU yang kini bergabung dengan FenerbahƧe.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/maitimo-1-86cd0b63b79f77a5349f36a18839f59d.jpg
  5. 5. Ezra Walian

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/walian-1-1c40a4617e1e50f571c93152184b3a6d.jpg

    Tak seperti keempat pemain lainnya, Ezra saat ini masih menunggu peresmian status naturalisasi dari pemerintah. Namun, penyerang berusia 19 tahun ini sudah mengaku tak sabar untuk bisa membela tim Garuda. Ezra saat ini bermain bersama tim muda Ajax Amsterdam. Tak hanya itu, Ezra juga sempat merumput bersamaĀ timnas Belanda U-15 dan U-17. Mesk masih muda, prestasi Ezra tak main-main. Di pagelaran Lion City 2012 di Singapura, Ezra berhasil membawa Ajax B2 (U-16) menjadi juara dan meraih gelar topskor. Padahal, ajang itu juga diikuti tim muda dari Manchester City dan FC Porto.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/walian-2-495ec46c2867c03505ecdfef201e08a0.jpg
  6. 6. Cristian Gonzales

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/el-loco-d7af51e1719f464f54abec9edda0d58a.jpg

    Tak perlu diragukan lagi, dinaturalisasi pada 2010, Gonzales merupakan pemain yang selalu bisa diandalkan oleh tim yang dibelanya. Meski usianya sudah menginjak kepala 4, tapi insting mencetak golnya tetap mematikan.Ā Contohnya pada Minggu (5/3) lalu.

    Pemain berjuluk El Loco ini mampu mencetak lima gol sekaligus dalam leg ke-2 semifinal Piala Presiden 2017. Dengan gol itu, tim yang dibela penyerang asal Uruguay ini, Arema FC, berhasil menang agregat 5-3 atas Semen Padang dan lolos ke babak final. Momen terbaiknya bersama timnas adalah saat Piala AFF 2010 di mana ia membawa Indonesia lolos ke final.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170307/el-loco-1-79d1d8cc8d797d5db17a43259dbc6c13.jpg

    Ā 

    Ā 

Share Article

Curated For You

Editorial Team