Stephanie Frappart, Perempuan Pertama di Laga Piala Super Eropa

Jakarta, IDNĀ TimesĀ - Tanpa mengesampingkan catatan emas BibianaĀ Steinhaus, wasit perempuan pertama yang memimpin laga di satu dari lima liga top Eropa di sepakbolaĀ para pria, apa yang akan dialami StephanieĀ FrappartĀ pada Kamis (15/8) dini hari nanti adalah sesuatu yang layak dapat spotlight.
Kamis dini hari nanti, perempuan asal Prancis ini akan jadi wasit perempuan pertama yang memimpin laga Piala Super Eropa yang mempertemukan dua klub Inggris, Liverpool dan ChelseaĀ di VodafoneĀ Arena, Istanbul, Turki.
1. Frappart punya rekam jejak manis di tahun 2019

Twitter/@thetimeposts 2019 memang jadi tahun yang sangat manis bagi perempuan berusia 35 tahun tersebut. Sebelum mencatatkan capaian manis dengan menjadi wasit di laga final Piala Dunia Perempuan 2019 antara Amerika Serikat vs Belanda, ia sebelumnya sudah catatkan rekor di kompetisi domestik.
Bila BibianaĀ membuat rekor di Jerman, Prancis punya Frappart sebagai wasit kebanggaan. Pada 28 April 2019, ia menjadi perempuan pertama yang memimpin laga di Ligue 1, kasta tertinggi sepakbolaĀ di Negeri Anggur.
Lalu di bulan Juni, ia dipromosikanĀ untuk masuk ke dalam daftar elite wasit top Prancis yang akan memimpin laga-laga penting di LgueĀ 1 pada musim 2019/2020 mendatang dan musim-musim berikutnya. Lagi-lagi, ia perempuan pertama yang mencatatkan jejak emas tersebut.
2. Piala Super Eropa yang bergengsi bagi Frappart

Twitter/@livecholfc Tapi, semua rekor tersebut menjadi paripurna ketika ia dipilih oleh UEFAĀ untuk menjadi wasit di laga sarat gengsi antara LiverpoolĀ vs ChelseaĀ di ajang Piala Super Eropa 2019.
Sekali lagi, ia mencatatkan rekor. Ia menjadi perempuan pertama yang akan memimpin laga sepakbola pria bergengsi yang termasuk ke dalam pertandingan penting dan krusial.
Dan semua rekor itu ditanggapi perempuan kelahiran Paris itu dengan diplomatis, santai, dan sangat berkelas.
āSaya rasa tidak akan ada banyak perbedaan antara memimpin laga antara pria dan perempuan karena sepakbolaĀ itu universal. Saya tidak takut dengan tekanan dan ekspektasi di laga ini,ā ujar Frappart di situs resmi UEFA.
3. Puja-puji untuk karier gemilang sang wasit

Twitter/@fcyahoo Walau telah mendapatkan panggung dan pengakuan publik, FrappartĀ masih santai dan tidak mengalami gegar popularitas.
āAdalah bagian dari tugas saya untuk selalu membawa suara-suara perubahan. Sebuah kehormatan bagi saya untuk menunjukkan bahwa wasit perempuan bisa memimpin laga sepakbola. Sekarang, kita bisa melihat perempuan memimpin laga sepakbolaĀ di televisi dan itu merupakan suatu kebanggaan,ā ujar FrappartĀ di wawancara khususnya dengan kantor berita Prancis, AFP.
Pujian juga datang dari salah satu pesepakbolaĀ Prancis, PierreĀ Bouby. Dikutip dari TheĀ Athletic, BoubyĀ menyebutkan bahwa FrappartĀ adalah wasit yang sangat amat bagus.
āDia wasit yang berkualitas dan sangat bags. Di Prancis, kami beranggapan bahwa ketika kamu tak melihat seorang wasit di sepanjang laga, itu berarti ia telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Itu adalah moto terbaik Frappart,ā puji Bouby, yang kini bermain untuk Orleans.
āFrappartĀ sangat tegas, tapiĀ tidak suka berteriak. Dia selalu menjelaskan keputusannya kepadamu danĀ itu membuatmu tidak akan sanggup mendebatnyaĀ untuk lima menit ke depan. Dia selalu bisa membuatmu menerima keputusannya di lapangan,ā lanjutĀ BoubyĀ lagi, masih dikutip dari TheĀ Athletic.



.png)














