Virus Serang Intranet Kementerian Pertahanan Spanyol

Madrid, IDN Times - Sebuah virus komputer dilaporkan menyerang jaringan intranet Kementerian Pertahanan Spanyol pada bulan ini. Menurut laporan koran lokal El Pais, pelaku penyerangan siber itu berusaha mencuri rahasia teknologi militer tingkat tinggi.
Sumber yang dikutip media tersebut juga menyebut saat ini tengah berlangsung proses investigasi. Muncul kecurigaan bahwa pelakunya adalah kekuatan asing, tapi tidak ada penjelasan lebih detail. Kementerian Pertahanan sendiri, menurut Reuters, menolak berkomentar.
1. Jaringan intranet kementerian dilaporkan tidak menyimpan informasi rahasia

Virus yang menyerang jaringan intranet kementerian yang seharusnya sangat aman itu disebarkan lewat sebuah email. Entah bagaimana, pihak kementerian kemudian menyadari bahwa jaringan komunikasi privat di dalam instansi mereka telah terserang virus pada awal Maret.
Menurut El Pais, serangan itu bisa saja tidak diketahui sampai beberapa bulan kemudian. Ini tentu sangat mengkhawatirkan apalagi ada lebih dari 50.000 pengguna intranet di dalam lembaga itu. Beruntungnya tidak ada informasi rahasia yang disimpan. Namun, kementerian khawatir ada infeksi lebih luas ke jaringan lain dengan tujuan serupa.
2. Pihak yang melakukan investigasi mencurigai ada aktor negara lain di balik ini

Belum ada hasil investigasi terkait siapa yang bertanggung jawab. Namun, sumber orang dalam menyebutkan serangan itu terlalu rumit untuk dilakukan peretas biasa. "Ada negara di balik ini semua," kata sumber tersebut.
3. Sempat ada peringatan bahwa Spanyol rentan terkena serangan siber

Pada Oktober lalu, Guardia Civil atau pasukan keamanan Spanyol mengingatkan parlemen bahwa ada sebuah "risiko kritis" di mana negara tersebut menjadi sasaran serangan terorisme siber.
Dikutip dari El Pais, Kolonel Luis Fernando Hernandez menjelaskan bahwa penting bagi negara untuk menjaga "taktik militer yaitu bersiap merespons hipotesis paling berbahaya". Ia mengatakan kepada parlemen,"Ini tugas saya untuk menyampaikan visi seobjektif mungkin. Dan apa yang kami miliki menyebabkan kekhawatiran."
"Saya meminta Anda untuk mencatat dan mendorong pemerintah untuk meningkatkan keamanan. Kesejahteraan dan masa depan masyarakat Spanyol bergantung pada itu," tambahnya.
4. Tiga negara dinilai memberikan ancaman siber

Pada 2018, badan intelijen Amerika Serikat merilis laporan bahwa ada tiga negara yang mengeluarkan ancaman utama untuk keamanan siber. Ketiganya adalah Cina, Rusia dan Iran. Sedangkan World Economic Forum menempatkan serangan siber ke dalam lima besar risiko yang dihadapi pada 2019.
McAfee sendiri pernah melakukan survei pada 2012 dan menemukan Israel, Finlandia dan Swedia adalah tiga negara yang paling siap menghadapi serangan siber. Sementara Cina, Brazil dan Meksiko menjadi negara yang paling rentan.

![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
