Uni Eropa Sulit Tampung Migran Lagi

Serangan yang terjadi di Paris dan menewaskan lebih dari 120 orang sangat mempengaruhi kehidupan para migran yang ingin mencari suaka di daerah Eropa. Banyaknya negara Uni Eropa yang mulai memperketat negaranya masing-masing membuat Perdana Menteri Perancis, Manuel Vals menyatakan negara-negara Uni Eropa tibak bisa lagi menerima pengungsi.

Selain itu kesepakatan penggunaan visa Schengen saat ini lumpuh sebagian. Hal ini terjadi karena setelah adanya serangan maut di Paris ditemukan sebuah paspor palsu Suriah yang ada di samping tubuh salah satu penyerang yang ikut dalam kelompok yang menemakan diri Negara Islam atau ISIS.

Saat ini beberapa negara telah menetapkan pembatasan baru dan mereka menerapkan pengawasan perbatasan dalam seminggu terakhir ini. Vals juga menambahkan kepada Sueddeutsche Zeitung bahwa Eropa terlalu dibebanu krisis migran. Selain itu rencananya Eropa akan menambahkan pengawasan lebih ketat di perbatasan luar Eropa.

![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
