Perubahan iklim ternyata tidak hanya berpengaruh pada lingkungan sekitar. Guterres menilai perubahan iklim dinilai dapat mempengaruhi kehidupan wanita, dengan menawarkan contoh efek salinasi tanaman pangan pada wanita hamil dan kesehatan bayi baru lahir. Maka dari itu wanita perlu dilibatkan dalam semua keputusan yang berkaitan dengan perubahan iklim.
"Tidak akan ada respons yang berhasil terhadap perubahan iklim tanpa juga mengubah pola pikir tentang peran perempuan dalam pencegahan dan respons," ungkap Guterres mengenai pengaruhnya iklim terhadap wanita seperti dikutip dari The Guardian.
Analis Pasifik Dr. Tess Newton Cain mengatakan pesan ini sangat penting mengingat hanya ada satu pemimpin nasional Pasifik yang merupakan seorang wanita, yakni Presiden Kepulauan Marshall, Hilda Heine. Para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik mengatakan kepada Guterres bahwa mereka telah 'kehabisan waktu' dan memintanya untuk berbagi pesan penting itu dengan dunia serta mengatakan bahwa mereka menghadapi bencana global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Pasifik biru, benua samudera kita yang indah, ribuan pulau kita, orang-orang kita yang kuat dan tangguh, kehabisan waktu. Semua negara, tanpa peringatan, harus setuju untuk mengambil tindakan tegas dan transformatif untuk mengurangi emisi global. Jika tidak, kita akan kalah. Kita akan kehilangan rumah kita, cara hidup kita, kesejahteraan kita dan mata pencaharian kita. Kami tahu ini karena kami sudah mengalami kerugian," ungkap para pemimpin Kepulauan Pasifik dikutip The Guardian.