Penumpang berjalan di stasiun kereta kota penghasil batubara Hegang, provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok, pada 3 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Ryan Woo
Di Wuhan sendiri dilaporkan ada lebih dari 190 kasus coronavirus jenis baru tersebut. Dalam perkembangan terakhir, kota-kota lain seperti Beijing dan Guangdong juga menemukan indikasi warga terinfeksi virus yang sama.
Namun pakar penyakit sampar dari Imperial College di Inggris, Profesor Neil Ferguson, menduga kasus sebenarnya lebih besar. Ia mengestimasi kurang lebih ada 1.700 kasus di seluruh Wuhan. Dugaannya didasarkan pada begitu cepatnya virus tersebut menyebar, termasuk sampai ke Thailand dan Jepang.
"Mungkin sekali bahwa munculnya coronavirus baru telah menyebabkan lebih banyak kasus penyakit pernapasan sedang dan akut secara substantial dibanding yang saat ini dilaporkan," kata Ferguson dalam sebuah laporan yang dipublikasikan di situs resmi Imperial.
"Wuhan bisa mengekspor tiga kasus ke negara-negara lain mengimplikasikan bisa saja ada lebih banyak kasus dibandingkan yang sudah diungkap," tambahnya. Bandara Internasional Wuhan sendiri melayani 19 juta penumpang, tapi hanya 3.400 orang yang bepergian ke negara lain.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb