Sementara itu, Khamenei sendiri mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 50 persen dan balik menuding "musuh-musuh Iran" yang menyabotase isu ini sehingga muncul protes besar-besaran. Dilansir dari The Guardian, demonstrasi terjadi di sekitar 100 kota di seluruh Iran sejak Jumat (15/11).
"Beberapa orang, tanpa ragu, khawatir oleh keputusan ini...tapi sabotase dan pembakaran dilakukan oleh para pengacau, bukan warga kami. Kontra revolusi dan musuh-musuh Iran selalu mendukung sabotase dan pelanggaran keamanan dan akan terus begitu," kata Khamanei pada Minggu (17/11).
Ia sendiri mengaku tidak tahu berapa harga bahan bakar minyak sekarang, tapi karena keputusan sudah diambil oleh badan-badan pemerintah, maka ini harus didukung. Presiden Iran, Hassan Rouhani, juga mengumumkan pemangkasan subsidi bagi warga miskin.
Menurut riset yang dilakukan Evans Halshaw, salah satu diler mobil terbesar di Inggris, Iran termasuk ke dalam 10 besar negara dengan harga bahan bakar minyak termurah di dunia. Harga setelah kenaikan 50 persen adalah sekitar Rp5000 per liter.
Meski begitu, PBB menilai protes ini terjadi sebagai sebuah "indikasi dari kekecewaan yang mengakar dalam dan sudah diketahui, yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja".