Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wagub Jabar: Satukan Pemahaman Indonesia, Jangan Mau Diadu Domba!

Wagub Jabar: Satukan Pemahaman Indonesia, Jangan Mau Diadu Domba!
IDN Times/Pemprov Jabar
Share Article

Kota Tasikmalaya, IDN Times - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah XII dan XIII Provinsi Jabar menggelar workshop antiradikalisme di Hotel Santika, Kota Tasikmalaya, Kamis (5/12).Ā 

Workshop yang dihadiri 1.000 peserta yang terdiri atas siswa SMA/SMK/SLB, kepala sekolah, pengawas sekolah dan, perwakilan orangtua siswa itu bertujuan mencegah masuknya radikalisme ke satuan pendidikan atau sekolah-sekolah di Jabar.Ā 

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kesepakatan dan pemahaman bersama tentang Indonesia perlu dibangun guna menjadi tameng masuknya radikalisme sekaligus memperkuat persatuan anak bangsa.Ā 

ā€œOleh karena itu, kita harus membuat dulu kesepakatan bahwa kita tidak mau diadu domba. Kita ambil kesepakatan agar kita tidak saling bertengkar. Saya titip kepada adik-adik yang hari ini hadir dan juga kepada para kepala sekolah, satukan dulu pemahaman Indonesia, satukan dulu pemahaman Jawa Barat agar jangan mau diadu domba,ā€ ujarnya.

  1. 1. Semua elemen bangsa harus berkomitmen menjaga empat pilar negara Indonesia

    IDN Times/Pemprov Jabar
    IDN Times/Pemprov Jabar

    Uu pun mengajak peserta untuk melihat kembali sejarah Indonesia yang lahir melalui kesepakatan dan musyawarah bangsa. ā€œApa yang disepakati? Yaitu dasar negara Pancasila. Maka, Pancasila jangan diubah karena ini adalah hasil kesepakatan bersama,ā€ imbuhnya.

    Menurut Uu, semua elemen bangsa harus berkomitmen menjaga empat pilar negara Indonesia, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia juga menekankan kepada peserta workshop untuk fokus membahas kemajuan bangsa.

    ā€œKalau kita masih berbicara tentang dasar negara, kalau kita masih berbicara tentang hal lain yang bukan untuk kemajuan negara, maka itu sudah ketinggalan. Oleh karena itu, saya titip kepada adik-adikku jangan gampang ikut kepada kelompok-kelompok yang memberikan pemahaman yang tidak biasa kita terima. Ada ajakan-ajakan yang tidak biasa kita ketahui. Setop, keluar dari kelompok itu,ā€ pungkasnya.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More