Setelah Gunung Sumbing, Titik Api Kini Muncul di Gunung Batukaru Bali
Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas. Setelah, Minggu (11/8) terjadi di Gunung Sumbing, Wonosobo, kali ini api muncul di sekitaran puncak Gunung Batukaru, Tabanan Bali, Senin (12/8).
Akibat karhutla tersebut, kawasan seluas 300 meter persegi di atas puncak gunung terbakar.
1. Masih ditemukan sejumlah titik api di Gunung Batukaru

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulisnya menjelaskan, berdasarkan laporan Pusdalops BNPB pada Selasa (13/8), pukul 06.00 WIB, api telah berhasil dipadamkan oleh personel gabungan.
Namun demikian, personel di lapangan masih melihat ada bara api di bekas kawasan terbakar.
“Hasil pantauan dari tim gabungan hingga Senin (12/8) malam, ditemukan dua titik api yang berada di dua lokasi yang berbeda di sekitar puncak gunung,” kata Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/8).
2. BNPB kerjasama dengan pihak terkait untuk pemadaman karhutla

Untuk memadamkan api agar tidak semakin meluas, BNPB bekerja sama dengan BPBD Tabanan serta unsur TNI/Polri dengan menerjunkan tim sebanyak 99 orang menuju lokasi kebakaran.
“Sementara itu, tim juga menyiagakan satu mobil pemadam kebakaran di kaki Gunung Batukaru sebagai bagian dari upaya pemadaman,” tuturnya.
3. Penyebab kebakaran masih terus diselidiki

Untuk kronologis terjadi karhutla, pihak BNPB masih terus mencari tahu dengan melakukan penyelidikan lebih jauh lagi.
“Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Kerugian yang disebabkan oleh peristiwa itu masih dalam proses pendataan,” jelasnya.
4. Sebelumnya, karhutla juga terjadi di Gunung Sumbing

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Gunung Sumbing, Wonosobo. Agus Wibowo menjelaskan, data sementara yang berhasil dihimpun, api diketahui muncul sekitar pukul 16.50 WIB pada Minggu (12/8), dengan objek yang terbakar meliputi ilalang, serasah dan sejumlah tanaman rimba berbagai jenis yang berfungsi sebagai hutan lindung.
Menurut pantauan petugas bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), api diperkirakan berpotensi meluas karena faktor angin yang kencang.
“Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui luas hutan dan lahan yang terbakar. Jumlah kerugian juga belum bisa dipastikan mengingat pantauan sementara masih terkendala oleh kabut tebal dan minimnya sarana prasarana serta terbatasnya personel,” katanya.


![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
