Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sebut UN Tidak Penting, IGI: Lebih Baik Angkat Guru!

Sebut UN Tidak Penting, IGI: Lebih Baik Angkat Guru!
Ilustrasi susana di Sekolah (IDN Times/Larasati Rey)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ikatan Guru Indonesia angkat bicara terkait wacana
penghapusan Ujian Nasional yang belakangan kembali menyeruak. Dihubungi
IDN Times pada Senin (2/12), Ketua IGI Muhammad Ramli mengatakan ketimbang
kembali menyelenggaran UN, pemerintah lebih baik melakukan pengangkatan
kepada guru.

Ramli menyatakan IGI telah mengusulkan penghapusan UN sejak sepuluh tahun
lalu. Menurut Ramli, bagi IGI penyelenggaraan UN merupakan sesuatu yang
tidak ada manfaatnya.

  1. 1. Bagi IGI, UN tidak ada manfaatnya

    Ilustrasi (ANTARA FOTO/Jojon)
    Ilustrasi (ANTARA FOTO/Jojon)

    "Ujian nasional ini sebenarnya gak ada gunanya sama sekali. Kita gak melihat
    ada manfaat dari ujian nasional," kata Ramli dihubungi IDN Times via telepon. Ia
    mengatakan IGI justru lebih banyak melihat nilai-nilai tidak baik yang tercipta dari
    penyelenggaraan UN.

    IGI sebenarnya mengharapkan ada tindak lanjut yang dilakukan setelah UN dilaksanakan.
    Namun hingga saat ini langkah pemerintah seolah tak mendekati harapan IGI.
    Ramli mengatakan, IGI berharap pemerintah melakukan sesuatu terhadap
    sekolah ataupun Kabupaten/Kota yang memiliki nilai UN yang rendah sebagai
    bentuk tindak lanjut dari penyelenggaraan UN. "Kita tidak melihat ada tindak lanjut setelah itu, lalu untuk apa UN?" kata Ramli.

  2. 2. Anggaran untuk UN bisa digunakan untuk pengangkatan guru

    Upacara peringatan Hari Guru Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin (25/11) dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem (IDN Times/Margith Juita Damanik)
    Upacara peringatan Hari Guru Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin (25/11) dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem (IDN Times/Margith Juita Damanik)

    IGI berpendapat anggaran yang dikeluarkan pemerintah, utamanya pemerintah
    pusat, untuk melaksanakan UN terbilang cukup besar. Ketimbang dipakai untuk
    melaksanakan UN yang dirasa kurang penting, IGI justru mengusulkan agar anggaran
    besar tersebut dapat dialokasikan untuk hal yang lebih penting.

    "Lebih baik uang negara itu dikumpul-kumpulin, kemudian digunakan untuk
    mengangkat guru," kata Ramli. Dia juga menegaskan, permasalahan utama
    dalam dunia pendidikan Indonesia adalah guru.

    "Guru kita sekarang 52 persen bukan PNS dan itu bisa masalah buat kita," sebut
    Ramli.

  3. 3. Pertanyakan keseriusan pemerintah untuk tuntaskan permasalahanpendidikan

    Menteri Pendirikan dan Kenudayaan Nadiem Anwar Makariem ditemui usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional, di Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin (25/11). (IDN Times/Margith Juita Damanik)
    Menteri Pendirikan dan Kenudayaan Nadiem Anwar Makariem ditemui usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional, di Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin (25/11). (IDN Times/Margith Juita Damanik)

    Ramli mengatakan perihal penghapusan sistem UN sebenarnya bukan perkara
    sulit. "Ini tergantung kemauan pemerintah. Kan tinggal bilang saja, hapus," kata
    Ramli. "Soal anggaran yang sudah dianggarkan, kembalikan ke negara lagi uang
    itu," ujar dia.

    Menurut Ramli, yang membuat sulit adalah adanya kemauan pemerintah 
    menjalankan sesuatu yang tidak berguna. Dia juga mempertanyakan keseriusan
    pemerintah untuk menuntaskan permasalahan pendidikan.

    "Kalau hanya sekadar untuk data Kemdikbud, hanya untuk data Puspendik saja
    disimpan disana, apa manfaatnya untuk siswa?" kata Ramli bertanya-tanya. "Gak
    ada kan? Untuk apa dilakukan semua itu?" lanjut dia.

     

Share Article
Editorial Team

Latest in News

See More