Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sebenarnya Ini yang Ada Di Pikiran Mereka yang Tempat Tinggalnya Terkena Asap

Sebenarnya Ini yang Ada Di Pikiran Mereka yang Tempat Tinggalnya Terkena Asap

Sampai saat ini kabut asap masih melanda beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Semakin hari, wilayah yang terdampak kabut asap semakin meluas. Akibat dari kabut asap ini sangat merugikan masyarakat seperti menimbulkan masalah kesehatan, masalah transportasi dan mengganggu kehidupan sehari-hari masayarakat.

Kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran lahan ini menjadi ancaman bencana bagi masyarakat. Masing-masing masyarakat yang tempat tinggalnya dilanda kabut asap ini memiliki pikiran tersendiri tentang kabut asap tersebut dan mereka memiliki berharap semoga kabut asap ini segera berakhir. Seperti yang disampaikan Via (24 tahun) yang berasal dari Bukittinggi, merasa sangat sedih dengan kabut asap yang melanda tempat tinggalnya meskipun saat ini dia tinggal di Jogja, namun dia bisa merasakan kesedihan yang sedang menimpa saudaranya di sana.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20151031/nasional.kompas.com.jpg

Hal yang sama juga diungkapkan Ira (22 tahun), mahasiswa yang berasal dari Riau ini sangat menyayangkan kabut asap yang sudah berbulan-bulan melanda tempat tinggalnya. Kabut ini sangat mengganggu kesehatan dan aktifitas masyarakat. Ira mengungkapkan bahwa semua elemen masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga lingkungan. Perusahaan jangan hanya mementingkan profit tanpa mempedulikan masyarakat. 

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20151031/m.covesia.com.jpeg

Selain itu, ada juga Dewa (24 tahun) mahasiswa asal Lampung ini mengungkapkan bahwa kabut asap tersebut sudah memang sering terjadi. Menurutnya sudah tak ada gunanya lagi untuk saling menyalahkan dan marah-marah, yang harus dilakukan adalah segera mengambil tindakan. Misalnya, mengevakuasi masyarakat yang lebih rentan seperti orangtua dan anak-anak, memperketat izin pembukaan lahan, dan mengurangi konsumsi kita terhadap produk kelapa sawit.

Mahasiswa asal Jambi, Tri (25 tahun) menyesalkan tindakan pemerintah yang lambat dalam menangani kabut asap di daerah tempat tinggalnya. Ia berpendapat teman-temannya yang berada di Pulau Jawa lebih beruntung karena tidak perlu menghirup udara yang mengandung asap.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20151031/news.okezone.com.jpg

Semoga bencana asap yang melanda wilayah Indonesia segera berakhir dan harapan-harapan masyarakat yang menjadi korban segera terwujud.

Share
Topics
Editorial Team
Uzlifatul Azmiyati
EditorUzlifatul Azmiyati
Follow Us

Latest in News

See More

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel Imbas Konflik

09 Mar 2026, 11:24 WIBNews