Atas aksi tersebut kecaman juga datang dari berbagai pihak, salah satunya netizen. Jakmania dianggap terlalu 'disayang' sehingga hanya mendapat hukuman ringan. Evaluasi besar-besaran dianggap perlu dilakukan dalam kubu suporter tersebut. Hal serupa juga diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang telah bertemu perwakilan Persija Ferry Palus, Direksi Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Sekjen PSSI Joko Driyono dan Wakil Kepala Polisi Resort Jakarta Pusat Verdianto.
Imam Nahrawi mengatakan kompetisi TSC akan terus berlanjut, tapi akan ada sanksi bagi klub maupun suporter. Bagi Persija sendiri akan dijatuhi hukuman larangan menjadi tuan rumah selama enam kali pertandingan dalam kompetisi maupun liga yang bergulir. Kemudian, Persija dan PT GTS sendiri juga harus mengganti kerugian material dan menanggung biaya menjadi korban bentrok.
Sementara untuk Jakmania, Menpora akan melarang mereka menghadiri turnamen ataupun liga yang akan bergulir. Selain itu mereka juga tidak boleh menggunakan atribut Jakmania dalam bentuk apapun selama enam pertandingan. Kemudian, evaluasi dan pembinaan secara menyeluruh dan total kepada para suporter harus dilakukan oleh Persija agar konsolidasi dapat benar-benar dikendalikan.
Sampai saat ini Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan mengakui kemungkinan besar akan banyak tersangka yang terkait lagi. Hendy menambahkan kalau penyerangan masih didalami dan pelaku akan bertambah karena dari setiap pengakuan akan terungkap siapa suporter lain yang terlibat.