Polisi Korban Kekerasan Jakmania Kehilangan Bola Matanya

Setelah tidak terima Persija Jakarta kalah dari Sriwijaya FC dalam Torabika Soccer Championshio (TSC), Jumat (24/6) hal ini berakibat pada tindak kekerasan oleh Jakmania. Kelompok orang yang mengaku pendukung tim sepak bola asal Jakarta ini rusuh di area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sesaat setelah wasit meniup peluit panjang.
Akibatya bentrok terjadi antara Jakmania dan kepolisian yang berjaga. Namun, beberapa orang terluka, termasuk anggota polisi dan harus dilarikan ke rumah sakit. Bukan hanya itu, fasilitas di stadion pun rusak parah.
Brigadir Hanafi adalah satu dari banyak anggota polisi yang jadi korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, dikutip dari kompas.com, mengakui bahwa anggota-anggotanya mengalami kekerasan akibat bentrok dengan para suporter. Salah satunya adalah Brigadir Hanafi yang mendapat luka paling berat. Brigadir Hanafi dikeroyok oleh para Jakmania dan mengalami luka berat pada bagian wajahnya. Brigadir Hanafi bahkan akan kehilangan bola mata kirinya
Awi mengakui bahwa pihak rumah sakit telah memutuskan untuk mengangkat bola mata kiri Hanafi. Pengangkatan tersebut terpaksa dilakukan karena kornea mata yang mengalami kerusakan. Selain itu, jika tidak dilakukan pengangkatan, hal tersebut akan berbahaya bagi saraf mata Hanafi. Sementara untuk bagian mata kanan masih akan dilakukan pemeriksaan intensif.
Selain Brigadir Hanafi, anggota polisi yang lain adalah Brigadir Yudha dan Bripda Ibanio yang alami luka di dagu akibat lemparan batu. Kemudian, ada Aiptu Muhtadi, anggota Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang mengalami luka memar serta Brigadir Supriadi, anggota Brimob Kelapa Dua yang mengalami luka di bagian depan kepala. Terdapat anggota kepolisian yang mengalami luka di kepala, leher serta tangan, yakni Brigadir Wawan dan Iptu Sirajudin, Kanit Provos Polsek Tanah Abang.
Jakmania juga merusak stadion dan kendara bermotor.

Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dijadikan 'kandang' sementara Persija pun dirusak oleh suporternya. Jakmania dalam sebuah rekaman yang dirilis oleh Polda Metro Jaya, Rabu (29/6), merusak fasilitas yang ada di SUGBK.
Dalam video tersebut juga nampak anggota polisi yang berlarian menghindari Jakmania yang telah mengejar secara bergerombol. Selain itu Awi pun mengonfirmasi bahwa ada kendaraan yang dirusak oleh para suporter tim berjuluk 'Macan Kemayoran' itu. Terdapat dua mobil yang rusak parah serta lima sepeda motor yang dibakar oleh apra suporter.
Sejauh ini, tim Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah meringkus 12 orang yang diduga terlibat kerusuhan penonton. Penyidik mengaku telah menetapkan 10 suporter sebagai tersangka. Sementara dua lainnya masih didalami perannya.
Harus adanya evaluasi kepada The Jakmania.

Atas aksi tersebut kecaman juga datang dari berbagai pihak, salah satunya netizen. Jakmania dianggap terlalu 'disayang' sehingga hanya mendapat hukuman ringan. Evaluasi besar-besaran dianggap perlu dilakukan dalam kubu suporter tersebut. Hal serupa juga diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang telah bertemu perwakilan Persija Ferry Palus, Direksi Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Sekjen PSSI Joko Driyono dan Wakil Kepala Polisi Resort Jakarta Pusat Verdianto.
Imam Nahrawi mengatakan kompetisi TSC akan terus berlanjut, tapi akan ada sanksi bagi klub maupun suporter. Bagi Persija sendiri akan dijatuhi hukuman larangan menjadi tuan rumah selama enam kali pertandingan dalam kompetisi maupun liga yang bergulir. Kemudian, Persija dan PT GTS sendiri juga harus mengganti kerugian material dan menanggung biaya menjadi korban bentrok.

Sementara untuk Jakmania, Menpora akan melarang mereka menghadiri turnamen ataupun liga yang akan bergulir. Selain itu mereka juga tidak boleh menggunakan atribut Jakmania dalam bentuk apapun selama enam pertandingan. Kemudian, evaluasi dan pembinaan secara menyeluruh dan total kepada para suporter harus dilakukan oleh Persija agar konsolidasi dapat benar-benar dikendalikan.
Sampai saat ini Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan mengakui kemungkinan besar akan banyak tersangka yang terkait lagi. Hendy menambahkan kalau penyerangan masih didalami dan pelaku akan bertambah karena dari setiap pengakuan akan terungkap siapa suporter lain yang terlibat.

![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
