Jakarta, IDN Times - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno mengatakan, gerakan mahasiswa tidak bisa dilakukan hanya sekali atau dua kali saja. Ini karena tuntutan yang dilayangkan tidak bisa diwujudkan dalam waktu yang singkat.
"Yang ingin saya katakan adalah gerakan mahasiswa gak bisa simultan, hari ini demo dan harus diikuti kemauannya, gak bisa," ujar Adi dalam diskusi yang bertajuk "Demo Mahasiswa Aksi dan Substansi, Sabtu (28/9), di Jakarta.
Adi menambahkan, dengan memakan waktu yang cukup lama pun, tuntutan tidak bisa terealisasikan sepenuhnya, hal ini berdasarkan pengalamannya selama 10 tahun menjadi aktivis.
"Itulah saya kira pengalaman kita jadi aktivis 10 tahun, di antara 100 tuntutan yang kita inginkan, mungkin 10 yang akan terpenuhi," jelasnya.
