Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pangan, Melimpah dan Harga Stabil

Jakarta, IDN Times - Meningkatnya kebutuhan dan jumlah permintaan untuk sebagai persiapan menyambut hari raya, biasanya membuat harga sejumlah bahan pangan naik menjelang Lebaran Idul Fitri. Bagaimana dengan Lebaran kali ini?
1. Bahan pangan tidak ada kenaikan harga di Lebaran tahun ini

Berdasarkan pemantauan di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, harga daging sapi dalam kondisi stabil. Hal serupa juga terjadi pada komoditas lain seperti bawang, cabai dan sayur mayur. Diperkirakan, kondisi ini berlangsung sampai selesainya perayaan Idul Fitri 2019.
"Khusus untuk daging, kita yakin tidak ada kenaikan di Lebaran tahun ini. Harganya masih sama dengan bulan biasa," kata Deden Suherlan (36), salah satu pedagang daging di Blok bawah Pasar Mester, Selasa siang (4/6).
Deden menjelaskan, harga daging sapi saat ini berkisar di Rp120.000,- untuk jenis impor, dan Rp150.000,- untuk jenis lokal. Namun menurutnya, sedikit kenaikan bisa saja terjadi pada sore hari dengan selisih harga yang masih wajar.
"Paling naiknya seribu dua ribu. Itu masih normal sih kalau menurut saya. Tapi di luar kenaikan itu, kebutuhan daging masih aman. Stok di gudang juga masih cukup. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi harga dan stok," katanya.
2. Harga yang stabil disebabkan oleh melimpahnya stok bahan pangan

Masih dari Pasar Mester, harga bawang putih yang sempat melambung, saat ini stabil di kisaran Rp44.000,- per kilogram. Sedangkan harga sebelumnya berada di kisaran Rp45.000,- hingga Rp46.000,- per kilogram. Sementara untuk bawang merah, kondisi harganya tetap stabil, yakni Rp36.000,- per kilogram.
"Harganya stabil karena di gudang Pasar Induk stoknya masih melimpah. Kalaupun naik biasanya nanti sore karena gudang induk sudah tutup, sementara permintaan tetap meningkat," kata salah satu penjualnya, Yada Salikim (33).
Yada mengatakan, komoditas lain seperti cabai, tomat, sayur dan bumbu siap saji juga dalam kondisi stabil. Semua komoditas dan bumbu olahan itu tidak naik, meski kebutuhan masyarakat terus meningkat.
"Secara keseluruhan, harga-harga kebutuhan cenderung stabil," katanya.
3. Warga puas harga bahan pokok masih dapat terkendali jelang Lebaran

Salah satu pembeli daging, Lastri Yuniarti (42) mengaku puas dengan harga-harga pada tahun ini. Dia berharap, kondisi tersebut berlangsung setiap saat, terutama pada perayaan besar seperti Idul Adha mendatang.
"Harapan saya baik Idul Fitri maupun hari besar lain seperti Idul Adha kondisi harga tetap stabil," katanya.
Secara nasional, pantauan harga di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) saat ini kondisinya juga dalam posisi aman. Untuk harga beras misalnya, sampai bulan Juni ini berkisar di Rp10.000,- per kilogram, daging ayam potong Rp35.000,- per kilogram, telur ayam Rp25.000,- per kilogram, minyak goreng Rp13.000,- dan gula pasar seharga Rp23.000,-.
Terkendalinya harga bahan pangan pada lebaran kali ini, sesuai dengan hasil perhitungan Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Pokok Strategis Menjelang Puasa dan Idul Fitri tahun 2019, yang dilakukan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian bahwa ketersedian bahan pangan cukup dan aman.
4. Alami neraca surplus, faktanya jumlah stok jauh di atas stok normal

Beberapa komoditas pangan mengalami neraca surplus. Stok beras saat ini di Bulog sekitar 2,2 juta ton, dan panen masih berlangsung. Pemantauan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta pada 28 Mei 2019 mencapai 50.752 ton, jauh di atas stok normal 25.000-30.000 ton.
Perkiraan neraca kumulatif dari Januari sampai Juni 2019, bawang merah surplus 84.000 ton, daging ayam surplus 168.000 ton, cabai rawit surplus 94.000 ton, cabai besar surplus 158.000 ton, telur ayam surplus 17 ribu ton, gula pasir surplus 388.000 ton, dan minyak goreng surplus 13,5 juta ton.
5. Pemerntah menjamin ketersediaan yang cukup bagi masyarakat

Beberapa komoditas mengalami defisit, seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi atau daging kerbau. Namun pemerintah menjamin ketersediaannya cukup bagi masyarakat dengan mendatangkannya dari luar.
Bawang putih didatangkan dari luar sebanyak 115.000 ton, cukup memenuhi kebutuhan 3 bulan ke depan. Produksi di dalam negeri diperuntukkan menjadi benih untuk mengejar target swasembada tahun 2021.
Kedelai sudah masuk pada Januari-Maret 2019 sebesar 1,5 juta ton. Sedangkan penyediaan daging sapi dipenuhi dengan impor 17.800 ton pada bulan April-Mei. Impor tersebut melengkapi stok daging sapi 44.000 ton dan daging kerbau 6.000 ton yang ada di Bulog, serta stok yang ada di swasta sebesar 9.000 ton.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengatakan pemerintah pada 3-5 bulan sebelum Lebaran telah merencanakan adanya peningkatan produksi, yakni dengan menambah luas lahan tanam berbagai komoditas pangan. Hasilnya, stok pangan terbilang surplus sampai memasuki Lebaran mendatang.
"Alhamdulillah, pasokan ketersediaan kita dibanding kebutuhan, ini surplus," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi.

.png)

















