Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Gunakan Soda Api
    Barang-barang yang diamankan kepolisian dari pelaku penyiraman air keras, Sabtu (16/11). IDN Times/Lia Hutasoit

    Jakarta, IDN Times - Polisi sampai saat ini masih melakukan pengembangan kasus penyiraman cairan kimia di Jakarta Barat. Selain itu, barang bukti cairan kimia juga telah ditangani oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

    Menurut hasil pemeriksaan, barang bukti yang digunakan pelaku adalah soda api atau natrium hidroksida.

    1. Campuran soda api dan air

    Konferensi pers penangkapan pelaku penyiraman air keras di Jakarta Barat, Sabtu (16/11). IDN Times/Lia Hutasoit

    Dalam konferensi pers penangkapan pelaku penyiraman cairan kimia di Polda Metro Jaya, Sabtu (16/11), Kimbiofor Publafor Polri Kombes Pol Andi Firdaus, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan barang bukti menunjukkan bahwa cairan yang digunakan pelaku adalah campuran air dan soda api.

    Dari tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku menggunakan jenis cairan kimia yang sama.

    "Bahannya identik antara TKP 1, 2, dan 3 yaitu soda api. Kalau bahasa kimianya sodium/natrium hidroksida," kata Andi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/11).

    2. Soda api dilarutkan oleh pelaku dan disiramkan pada korban

    Konferensi pers penangkapan pelaku penyiraman air keras di Jakarta Barat, Sabtu (16/11). IDN Times/Lia Hutasoit

    Kabid Kimbiofor Publafor Polri Kombes Pol Andi Firdaus juga menjelaskan bahwa soda api memiliki bentuk butiran kecil layaknya gula. Bahan itu selanjutnya dilarutkan oleh pelaku ke dalam botol bekas air mineral dan disiramkan pada korban.

    3. Luka korban dapat sembuh berkala

    Konferensi pers penangkapan pelaku penyiraman air keras di Jakarta Barat, Sabtu (16/11). IDN Times/Lia Hutasoit

    Andi juga menjelaskan bahwa cairan tersebut tidak mematikan dan hanya menyebabkan iritasi pada korban. Dengan menjalani perawatan medis, korban dapat sembuh secara berkala.

    4. Luka seperti terbakar

    Barang bukti pelaku penyiraman air keras di Jakarta Barat, Sabtu (16/11). IDN Times/Lia Hutasoit

    Melalui dokumentasi yang diberikan pihak Polda Metro Jaya pada awak media, terlihat foto seorang korban yang mengalami luka di bagian pundak, mirip seperti luka bakar.

    "Efeknya itu sifatnya iritasi. Memerah atau menimbulkan efek terhadap kulit, kadarnya tidak terlalu tinggi. Jadi akan sehat sendiri," kata dia.

    Editorial Team

    Related Article

    Kota Surabaya
    jatim26 Mei 2026, 15:27 WIBNews