MUI Sesalkan Kerusuhan di Wamena, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

1. Kerusuhan sebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyayangkan kerusuhan tersebut yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan berbagai fasilitas umum dan properti masyarakat.
"Tindakan brutal dan anarki tersebut telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa yang tidak berdosa," ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip dari Antara, Minggu (29/9).
2. Ada 33 orang meninggal dunia

Akibat Kerusuhan tersebut, 33 orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya harus mengungsi ke daerah di dekat Wamena.
Anwar secara khusus juga menyoroti dan ikut berduka atas korban-korban jiwa tidak berdosa dari para pendatang di daerah Papua.
MUI sangat menyesalkan kerusuhan yang telah terjadi karena tidak hanya menelan korban jiwa, tapi juga telah merusak berbagai fasilitas umum serta gedung-gedung milik pemerintah.
Anwar juga menyayangkan telah terjadi kerusakan parah terhadap berbagai properti yang dimiliki oleh masyarakat biasa.
3. Pemerintah harus turun tangan untuk menangani masalah ini

Oleh karena itu, sambungnya, MUI berharap agar pemerintah dengan tegas dan serius mau menangani permasalahan yang terjadi di Papua saat ini.
"Agar rakyat dan masyarakat bisa hidup tenang kembali dan bisa melakukan aktivitas seperti semula," tegasnya.
4. Kerusuhan terjadi akibat rasialisme

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua yang berawal dari unjuk rasa siswa pada Senin (23/9) yang memprotes dugaan perkataan bernada rasialisme oleh seorang guru.
Aksi tersebut berakhir rusuh dan terdapat pihak yang melakukan pembakaran terhadap rumah warga, kantor pemerintah serta fasilitas umum.
Setelah sebelumnya menutup akses internet di Wamena, pemerintah akhirnya membuka kembali layanan data internet pada Sabtu (28/9) karena dianggap kondisi dan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Wamena telah pulih.

.png)

















