Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minum Es saat Cuaca Panas Justru Bikin Tubuh Makin Gerah? Ini Faktanya
Suasana minum es dawet Cak Minto dengan pemandangan pohon Tabebuya (19 November 2019). IDN Times/Reza Iqbal

Dahaga menyengat saat cuaca sedang terik-teriknya memang paling nikmat disiram segelas es teh manis dingin. Namun, pernahkah merasa beberapa menit setelah esnya habis, tubuh kamu justru terasa makin panas, gerah, dan mandi keringat?

Ternyata sensasi ini bukan halusinasi belaka, melainkan respons biologis nyata dari tubuh yang mendeteksi perubahan suhu ekstrem secara mendadak. Supaya tidak salah kaprah lagi saat cuaca panas, yuk bedah alasan medis di baliknya beserta trik hidrasi yang benar!

1. Efek Kejut pada Pusat Pengatur Suhu Tubuh

Tubuh manusia dibekali pusat pengatur suhu alami di bagian otak yang disebut hipotalamus, dengan tugas mempertahankan suhu internal ideal sekitar 37°C.

Saat air es bersuhu mendekati 0°C masuk secara mendadak ke dalam lambung, hipotalamus membacanya sebagai ancaman penurunan suhu ekstrem pada organ vital. Sebagai mekanisme pertahanan, otak merespons dengan mempercepat metabolisme untuk menghasilkan panas baru. Akibatnya, begitu sensasi dingin es hilang, tubuh justru bakal terasa jauh lebih panas.

2. Pembuluh Darah Menyempit dan Memerangkap Panas

Tenggukan air es yang dingin memicu proses vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah di area saluran pencernaan dan kulit.

Ketika pembuluh darah menyempit, tubuh menjadi sangat kesulitan untuk melepaskan panas internal ke udara luar. Panas tubuh yang seharusnya terbuang lewat pori-pori kulit akhirnya terperangkap di dalam, menciptakan sensasi gerah dari dalam yang bikin tidak nyaman.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article

email22 Sep 2026, 13:52 WIB