Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menteri PPPA Minta Kasus Kematian Pelajar SMP di Jaktim Jadi Alarm

Menteri PPPA Minta Kasus Kematian Pelajar SMP di Jaktim Jadi Alarm
Menteri PPPA Bintang Puspita Yoga (Dok. Publikasi dan Media KPPPA)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengucapkan belasungkawa atas kematian pelajar sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta Timur.

Kasus kematian siswi berinisial SN ini menjadi perhatian khusus Menteri PPPA Bintang Puspayoga, karena ada indikasi siswi tersebut lompat dari gedung sekolahnya hingga menyebabkan nyawanya hilang, diduga dilatarbelakangi aksi perundungan. Kejadian ini harus jadi alarm bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan anak.

  1. 1. Kasus ini jadi pengingat agar anak jadi perhatian bersama

    (Ilustrasi) IDN Times/Sukma Shakti
    (Ilustrasi) IDN Times/Sukma Shakti

    Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan, kasus meninggalnya SN adalah alarm bagi orang tua, guru, serta lingkungan sebaya anak untuk dapat memperhatikan mereka.

    “SN adalah satu dari 80 juta lebih generasi bangsa ini dan saat ini kita berduka dengan kepergiannya yang ironisnya terjadi di dalam sekolah,” kata Bintang melalui keterangan tertulis, Senin (20/1).

    Kasus meninggalnya SN menjadi perhatian masyarakat dan bahkan menjadi trending di media sosial Twitter. Beredar isu bahwa SN adalah korban perundungan di sekolahnya.

  2. 2. Masyarakat diminta tidak memberikan opini tunggal soal kasus SN

    Seluruh siswa dan siswi SMPN 23 PPU dikumpulkan pasca perkelahian yang melibatkan seorang siswi sekolah tersebut  (IDN Times/ Ervan Masbanjar)
    Seluruh siswa dan siswi SMPN 23 PPU dikumpulkan pasca perkelahian yang melibatkan seorang siswi sekolah tersebut (IDN Times/ Ervan Masbanjar)

    Terkait kasus ini, Bintang meminta masyarakat memberi waktu kepada aparat kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan.

    "Masyarakat juga kami minta tidak terburu-buru memberikan opini tunggal penyebab meninggalnya karena perundungan, setelah beredar ungkapan keluarga korban di grup Whatsapp dan media sosial. Berikan kesempatan aparat kepolisian mengumpulkan keterangan dari para saksi,” kata dia.

    Bintang berjanji akan terus mengikuti kasus ini dan menindaklanjuti dengan kebijakan perlindungan anak, setelah ada pernyataan resmi dari polres setempat soal kematian SN.

  3. 3. Kasus bunuh diri di Indonesia menurut statistik

    Ilustrasi bunuh diri. IDN Times/Arief Rahmat
    Ilustrasi bunuh diri. IDN Times/Arief Rahmat

    International for Health Metrics and Evaluation menunjukkan data bahwa dalam rentang waktu 2015-2017 ada sekitar 8,09 orang per 100.000 penduduk Indonesia yang bunuh diri.

    Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 mencatat ada sekitar 812 kasus bunuh diri di seluruh Indonesia. Peringkat pertama kasus bunuh diri tertinggi ditempati oleh Provinsi Jawa Tengah dengan 331 kasus, lalu Jawa Timur 119 kasus.

  4. 4. Bantuan konseling kesehatan jiwa

    (Ilustrasi) IDN Times/Lazuardi Putra
    (Ilustrasi) IDN Times/Lazuardi Putra

    Kejadian ini berkaitan erat dengan masalah kesehatan mental, jika kalian merasa memiliki masalah atau kerabat yang memiliki indikasi akan melakukan perbuatan bunuh diri, kalian dapat menghubungi hotline berikut ini untuk mendapatkan bantuan dan konseling.

    1. KPAI

    Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia

    Telepon: (+62) 021-319 015 56

    Fax: (+62) 021-390 0833

    Email: info@kpai.go.id

    humas@kpai.go.id

     

    2. Komnas Perempuan

    Jl. Latuharhari 4B. Jakarta. Indonesia. 10310

    Telp: +62-21-3903963

    Fax: +62-21-3903922

     

    3. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)

    Jl. TB Simatupang No.33, Jakarta, Indonesia

    Hotline Services: (62-21) 8779 1818

     

    4. Yayasan Pulih

    Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu

    Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520

    Telp : +62 21 788 42 580

    Fax : +62 21 782 3021

     

    5. YLBH Apik

    Jl. Raya Tengah No. 31 RT 01 RW 09 Kp. Tengah Kramat Jati Jakarta Timur 13540

    Telp. 021 – 87797289

    Fax. 021 – 87793300

    Kementerian Kesehatan RI juga sudah mempersiapkan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa yakni:

    RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
    RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
    RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
    RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
    RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444

Share Article
Editorial Team

Latest in News

See More