Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menteri Pertahanan Sebut Ancaman Pembunuhan Hanya Gertakan

Menteri Pertahanan Sebut Ancaman Pembunuhan Hanya Gertakan
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyebut ada 4 pejabat tinggi negara menjadi sasaran ancaman pembunuhan pada aksi 21-22 Mei lalu.

Menurut Ryamizard, ancaman tersebut sebuah gertakan semata. Menurutnya, ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat itu tidak mungkin dilakukan 

  1. 1. Ryamizard meyakini pembunuhan pada pejabat negara itu tidak akan terjadi

    ANTARA FOTO/Septianda Perdana
    ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Ryamizard meyakini, ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara itu tidak akan terjadi. Pasalnya, ia meyakini sesama bangsa Indonesia tidak akan melakukan hal itu.

    "Saya rasa gak lah, masa sebagai sesama anak bangsa begitu, mungkin hanya ngomong aja tuh," kata Ryamizard di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

  2. 2. Menhan menyebut ancaman hanya gertakan

    IDN Times/Denisa
    IDN Times/Denisa

    Ia menduga bahwa ancaman tersebut hanya gertakan saja. Belum tentu pembunuhan itu benar-benar dilakukan.

    "Ya biasalah, (ngomong) 'ntar gue gebukin lo', kan belum tentu gebukin. Gitu kan," tuturnya.

  3. 3. Menhan harap tak akan ada lagi kerusuhan

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

    Ryamizard pun mengimbau agar tidak ada lagi kerusuhan. "Mudah-mudahan Ramadan ini beres semua lah, harapan kita semua kan. Tidak boleh terjadi, saya tidak suka terjadi kerusuhan. Mudah-mudahan gak lah, cukup kemarin itu ya," terangnya.

  4. 4. Kapolri ungkap 4 nama pejabat yang diancam akan dibunuh

    IDN Times/Teatrika Handiko Putri
    IDN Times/Teatrika Handiko Putri

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut nama-nama pejabat yang diancam akan dibunuh pada aksi 21-22 Mei lalu. Mulai dari Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan hingga Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Tito mengatakan nama-nama tersebut disampaikan oleh para tersangka yang telah ditangkap oleh Polri.

    "Mereka (para tersangka) menyampaikan nama, itu betul Pak Wiranto, Pak Luhut, dan ketiga itu Pak Kabin (Budi Gunawan), keempat Gories Mere, yang kelima pimpinan lembaga survei, saya tidak mau sebutkan," kata Tito.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More