Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mentan Beri 58 Truk Bantuan ke Petani Cianjur

Mentan Beri 58 Truk Bantuan ke Petani Cianjur
Pixabay.com/sasint

Cianjur, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur. Kali ini, ia melepas ekspor bunga krisan 14 juta stek ke Jepang dan teh hitam 60 ton ke Taiwan, Malaysia, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Tazkistan pada Rabu (20/3).

Mentan Amran juga memberi bantuan ke petani Cianjur sebanyak 58 truk berupa benih padi, jagung pakan, jagung manis, kedelai, bawang putih, kangkung dan cabai rawit, bibit manggis, alpukat, kopi, bibit ayam (DOC) plus kandang, obat-obatan dan pakan, serta bantuan anak ayam dan kambing. Selain itu, bantuan berupa green house dan alat mesin pertanian meliputi power tresher, cultivator, traktor dan motor roda tiga.

"Kami diperintahkan Bapak Presiden Jokowi ke Cianjur. Lihat pertanian dan petani Cianjur karena 80 persen bergerak di sektor pertanian, sehingga dapat untuk mengetahui persis apa masih perlu dibantu. Hari ini kami bawa bantuan terbesar sepanjang sejarah, ada ayam 600 ribu ekor nilainya Rp 45 miliar, kopi 200 ribu batang, kemudian bantuan bibit, traktor dan lainnya. Bantuan langsung kami serahkan semuanya ke petani di lokasi acara ini," tutur Mentan Amran dalam acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di lapangan Binaraga Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet.

Bupati Cianjur Herman Suherman, Dirjen Hortikultura Suwandi, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagiyono, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat Hendy Jatnika, dan para penyuluh hadir pada acara ini.

1. Bantuan untuk petani bertambah sejak pemerintahan Presiden Jokowi

IDN Times/Rehan
IDN Times/Rehan

Amran menuturkan bahwa sebelum pemerintahan Jokowi, bantuan untuk Jawa Barat hanya Rp 1 triliun, tetapi pada tahun pertama pemerintahan Kabinet Kerja naik menjadi Rp 2 triliun. Selain itu, di era pemerintahan Jokowi-JK, petani tidak hanya diberikan bantuan terbanyak, tetapi juga banyak jumlah penyuluh pertanian diangkat sebagai pegawai. Khusus santri, dalam sejarah Indonesia, di era Presiden Jokowi pertama kalinya santri bisa mengakses ke pertanian untuk mendapatkan bantuan.

"Santri adalah generasi kita, generasi pelanjut dan berakhlak mulia. Kami siapkan bantuan ayam khusus santri seluruh Indonesia 1 juta ekor. Aturan kami ubah agar santri mudah mendapatkan bantuan pertanian. Ini perintah Bapak Presiden Jokowi," tuturnya.

Amran menekankan, pemerintahan Jokowi-JK melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah merancang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Hal ini pasti bisa diwujudkan karena potensi pertanian yang sangat besar dan semangat kerja keras sehingga ke depan Indonesia optimistis menjadi negara super power.

"Sekarang kita sudah ekspor. Nilai ekspor terhitung 2014 hingga 2018 naik 29 persen nilainya mencapai Rp 500 triliun, kemudian sudah swasembada. Kita sudah ekspor jagung," tuturnya.

Amran pun menyebutkan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pertanian dan mengedepankan keberpihakan kepada petani. Bukti tersebut ialah dari keseriusan dalam memberantas mafia pangan. Sebab, dulu sektor pertanian banyak dikuasai mafia.

"Presiden Jokowi perintah jangan beri ruang mafia. Sampai hari ini ada 482 mafia pangan kami proses hukum dan sebanyak 409 masuk penjara. Kami pertaruhkan semuanya. Ini atas perintah Bapak Presiden demi negeri yang kita cintai," tuturnya.

2. Bibit kopi dalam waktu tiga tahun berikan hasil dan dinikmati sampai 25 tahun

pexels.com/burst
pexels.com/burst

Terkait bantuan kopi yang pemerintah berikan ke petani, Amran mengatakan bibit kopi tersebut pasti meningkatkan kesejahteraan petani karena produktivitasnya mencapai 3 sampai 3,5 ton per hektar per tahun.

"Sebelumnya petani hanya tanam bibit kopi asal-asalnya produksinya 0,7 ton per hektar per tahun. Jadi terjadi kenaikan yang luar biasa. Bibit kopi ini dalam waktu tiga tahun sudah memberikan hasil dan dinikmati sampai 25 tahun," ujarnya.

3. Kunjungan Mentan majukan sektor pertanian Cianjur

IDN Times/Imron
IDN Times/Imron

Bupati Cianjur, Herman Suherman pun mengapresiasi dan mendukung penuh kebijakan dan program pertanian yang Kementan gagas untuk memajukan pertanian Kabupaten Cianjur. Sampai saat ini, jumlah bantuan pertanian ke Kabupaten Cianjur sangat banyak sehingga tidak terhitung sehingga Cianjur terus menjadi salah satu sentra produksi pertanian.

"Jadi kami yakin, kunjungan kerja Bapak Menteri ini bakal memajukan lagi sektor pertanian kami," ujarnya.

4. Capaian ekspor komoditas hortikultura 2018 sangat membanggakan

distel2610
distel2610

Dirjen Hortikultura Suwandi menambahkan, capaian ekspor komoditas hortikultura 2018 sangat membanggakan. Menurut data BPS, total ekspornya sebesar 435.328 ton senilai Rp 6,27 triliun.

"Khusus ekspor bunga krisan 2018 sebesar 59,1 ton dan senilai Rp 11,7 miliar dan tanaman hias 2018 sebesar 4.675 ton. Selain Jepang, tujuan ekspor krisan selama ini ke Kuwait, Malaysia, dan Singapura," tutur dia.

5. Fokus Kementan saat ini ialah tingkatkan produksi dan nilai tambah seluruh komoditas perkebunan

jalansanasini.com
jalansanasini.com

Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiono mengungkapkan bahwa saat ini Kementan fokus meningkatkan produksi dan nilai tambah seluruh komoditas perkebunan. Kementan pun memiliki program Benih Unggul (BUN) 500 dan membangun logistik benih.

"500 yang dimaksud adalah 500 juta batang selama enam tahun. Itu artinya dari yang eksisten saat ini kami melipatgandakan tiga kali lipat karena rata-rata saat ini kita baru mampu menyediakan benih sekitar 30 juta batang untuk semua komoditas, seperti kopi, kakao, karet, sawit, tebu, cengkih, sama lada," tuturnya.

Kasdi menambahkan, "Kalau ini 500 juta batang enam tahun artinya tiap tahun kurang lebih 85 hingga 90 juta batang, artinya kan tiga kali lipat."

Kasdi mengatakan bahwa logistik benih yang dimaksud adalah jumlahnya masif, kualitasnya bagus, dan hingga distribusinya menjadi efisien. Sebab, jika sekarang misalnya kopi, kakao harus dibeli dari Jember dan dibawa ke Papua tentu membutuhkan biaya yang tinggi.

"Kita nanti di setiap sentra-sentra itu kita bangun KBI (Kebun Bibit Indo-red), kita bangun entrance-entrance baru itu, kemudian KBD yaitu Kebun Bibit Desa atau Kebun Bibit Dasar, kemudian link dengan penangkar-penangkar lokal,” ujarnya

Dengan demikian, Kasdi menegaskan, pembibitan dipusatkan pada daerah pengembangan, yaitu daerah yang bisa melakukan perluasan, membentuk kawasan baru, peremajaan, dan bisa dilakukan rehabilitasi. Artinya kawasan itu sebagai pasar langsung bagi penyedia benih karena distribusinya menjadi dekat dan kalau harga bibitnya murah dipastikan laku.

“Untuk sektor hilirnya prinsipnya adalah peningkatan daya saing dan nilai tambah sehingga kita ingin supaya pendapatan petani itu tidak hanya didapat dari hulu. Hilirnya itu banyak sekali dari turunan produk yang sangat ekonomis nilainya dan itu akan meningkatkan kesejahteraan petani lebih cepat," tutur Kasdi.

Share
Topics
Editorial Team
Zulfah Goenawan
EditorZulfah Goenawan
Follow Us

Latest in News

See More

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel Imbas Konflik

09 Mar 2026, 11:24 WIBNews