Salah satu peran James yang paling kentara, ialah kala ia mengunjungi rumah bekas Bupati Bekasi penerima suap, Neneng Hasanah, pada Januari 2018. Saat ditanyakan Jaksa soal peristiwa itu, James mengaku tidak berencana mengunjungi rumah Neneng.
“Selain basa-basi, saya tidak ingat ada pembicaraan apapun. Tapi yang lebih banyak bicara itu bupati. Beliau banyak bicara lalu diganggu anak laki-lakinya. Saya baru banyak bicara ketika sudah masuk ranah pendidikan,” kata James, ketika ditanyai hakim soal apa saja obrolan antara James, Bartholomeus Toto, CEO Lippo Cikarang, dan Billy Sindoro, Direksi Lippo Group, pada Neneng.
Kala itu, James pun sama sekali tidak dapat mengingat Billy dan Toto menunjukan rencana Meikarta pada Neneng seperti yang disimpulkan oleh KPK. Sebagai pendiri sekaligus Pembina Pelita Harapan, instansi di bidang pendidikan, ia mengaku hanya bicara kala Neneng berdiskusi soal pendidikan.
Keberangkatannya ke rumah bupati pun karena diajak Toto tanpa alasan yang pasti. Pada Januari 2018, ia mengunjungi Meikarta dan bertemu dengan Toto di kantor penjualan Meikarta.
“Sore hari saya ingin ke Meikarta, melihat perkembangan di sana. Karena beberapa teman membeli aset di sana. Meikarta ini fenomenal, mangkanya saya ingin ke sana,” ujar James. Di sana, James disambut oleh Toto.
Baru sebentar mengobrol, Toto kemudian meminta izin pada James untuk pergi karena hendak mengunjungi rumah bupati. “Dia bilang bupati baru melahirkan. Lalu saya tanya, loh bupatinya itu wanita? Itu pertama kali saya tahu bahwa bupati Bekasi adalah wanita,” kata James, menekankan bahwa tujuan kunjungan tak lain memberi selamat atas kelahiran anak bupati.
Awalnya ia menolak ajakan tersebut, tapi lama kelamaan ia menyetujuinya juga. Dia pun tak tahu bahwa Billy akan mengikuti pertemuan itu.