Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    Megawati: Tak Mau Ideologi Pancasila, Silakan Keluar dari Indonesia
    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12/2019). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan agar seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan tidak menggantinya dengan ideologi apapun.

    Megawati kemudian mencontohkan beberapa tokoh yang umurnya sudah lanjut tetapi masih memegang ideologi Pancasila, salah satunya Buya Syafii Maarif.

    "Mereka itu meski umurnya sudah 80an, jalan saja sudah gemetaran, tetapi semangatnya luar biasa, loh masa kayak gini-gini kalah (semangat) sudah gitu terkontaminasi lagi. Gila, langsung saja ya Pak Menteri, capek untuk apa sih dia mau mempengaruhi, langsung aja tanya maunya kalau tidak mau ideologi Pancasila, silakan keluar dari Negara Indonesia," tegas Megawati saat memberikan pidato dalam kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

    1. Megawati ungkap mengapa Pancasila tidak Ekasila

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12/2019). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Presiden Republik Indonesia kelima ini juga membeberkan masih banyak yang belum mengerti Pancasila bahkan ada yang bertanya mengapa Pancasila tidak tiga atau satu saja jadi Ekasila.

    "Itulah sebenarnya akar kehidupan bangsa kita yang dari dulu mungkin sepanjang ketika manusia mulai datang ke nusantara ini yang disebut gotong royong. Ini merupakan filosofi gotong royong, daripada datang satu-satu. Itu yang buat ya awal mulanya Bung Karno. Karena apa? Karena untuk melakukan kembali filosofi kegotongroyongan itu," ujarnya.

    2. Juliari ingatkan ASN Kemensos berkarakter Pancasila

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12/2019). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan yang diikuti ratusan pegawai menjadi alarm bagi pegawai Kemensos untuk meningkatkan kualitas dan berkarakter Pancasila.

    "Kegiatan ini untuk mengingatkan dan memastikan kembali bahwa ASN di lingkungan Kemensos adalah ASN yang berkarakter Pancasila," ujar Juliari.

    3. ASN harus ekstra hati-hati dalam perubahan zaman dan informasi

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12/2019). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Juliari menegaskan ASN yang berkarakter Pancasila tidak hanya membentengi dari bahaya radikal tapi juga menanamkan kesetiakawanan, peri kemanusiaan, serta gotong royong.

    "Perubahan zaman dan informasi yang jauh lebih cepat dibanding masa masa lampau harus ekstra hati hati khususnya bagi ASN sebagai motor penggerak, saya kira memang dituntut bagaimana bisa meningkatkan kualitas tapi juga harus berkarakter Pancasila," ujarnya.

    4. Pancasila juga dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12/2019). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Juliari menambahkan beberapa waktu lalu dia mengikuti kuliah Presiden di Istana terkait tentang internalisasi dan pembumian Pancasila di masing-masing kementerian dan lembaga.

    "Oleh karena itu mari kita gunakan waktu kita dengan baik dengan tertib kita dengarkan kita implementasikan dalam kehidupan," ujarnya.

    5. Semua perilaku ASN merupakan bagian dari Indonesia

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Lingkungan Kemensos di Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12/2019). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Juliari berharap jiwa karakter pancasila tidak hanya diterapkan dalam pekerjaan, namun juga lingkungan sehari-hari.

    "Semua tindak tanduk kita, merupakan bagian dari dari negara kesatuan Republik Indonesia. Semuanya harus benar-benar sudah satu ideologi yaitu Pancasila," tegasnya.

    Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

    Editorial Team

    Related Article

    artikel test breaking14 Jul 2026, 15:56 WIBNews
    Kota Surabaya
    jatim26 Mei 2026, 15:27 WIBNews