Rilis Lembaga Survei Indonesia menyebutkan bahwa mayoritas warga Jakarta menginginkan adanya Gubernur baru. Resistensi atau tingkat keengganan untuk memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semakin tinggi setelah dia terjerat kasus dugaan penistaan agama. Dikutip dari Republika.co.id, peneliti LSI Adjie Al Farabi mengatakan, survei itu dilakukan terhadap responden 440 orang pada kurun tanggal 3-8 November 2016 dengan batas ketidakakuratan atau margin of error sekitar 4,8 persen.
Ahok Disebut Punya Rapor Merah, Mayoritas Warga Jakarta Inginkan Gubernur Baru

Lebih dari 60 persen inginkan Gubernur baru.
Menurut Adjie, saat ini sebanyak 60,3 persen responden menginginkan adanya Gubernur baru untuk DKI Jakarta. Hanya 22,1 persen yang tetap menginginkan pasangan calon petahana dalam memimpin DKI. Sisanya sebanyak 17,6 persen tidak menjawab.
Elektabilitas Ahok mengalami penurunan drastis.
Kondisi yang terjadi saat ini jauh berbeda dengan saat LSI melakukan survei serupa pada bulan Maret 2016 lalu. Saat itu elektabilitas Ahok masih di atas 60 persen. Adapun jumlah responden yang menginginkan adanya Gubernur baru saat itu hanya 24,7 persen. Seiring dengan semakin dekatnya Pilkada, jumlah warga Jakarta yang menginginkan adanya Gubernur baru terus meningkat. Pada Juli, angkanya mencapai 31,5 persen dan terus naik 48,6 persen di Oktober sebelum pada November menyentuh angka 52,6 persen.
Ahok dinilai memiliki rapor merah.
Dikutip dari Okezone.com, selain penistaan agama, keinginan warga Jakarta untuk mendapatkan Gubernur baru juga didasari capaian buruk Ahok selama memimpin. Setidaknya ada 4 bidang yang dianggap memiliki rapor merah yaitu politik, ekonomi, keamanan dan penegakan hukum.
Terlalu kontroversial.
Sosok Ahok juga dinilai terlalu kontroversial. Kebanyakan responden mengaku tak nyaman dengan pro kontra kasus Ahok. Bahkan, sebanyak 68,5 persen responden mengaku bahwa kehidupan mereka terganggu dengan segala kontroversi yang melibatkan Ahok.
Tidak mau dipimpin Gubernur berstatus tersangka.
Selain itu, hasil survei juga meyebutkan bahwa 65 persen warga tak bersedia dipimpin oleh gubernur dengan status tersangka. Menurut mereka, status yang disandang Ahok saat ini menimbulkan semacam hambatan psikologis untuk kembali memilihnya. Tak hanya Gubernur, warga juga meminta ada pergantian personil yang saat ini menjadi bawahan Ahok.