Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kurangi Kemiskinan, Mensos Berikan Peningkatan Anggaran Bansos

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Lumajang, IDN Times - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, gagasan meningkatkan alokasi anggaran bantuan sosial, punya argumentasi kuat. Pasalnya, presentase kemiskinan sebesar 9.66 persen berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) September 2018, merupakan capaian penting, meskipun juga secara rill jumlah warga kurang mampu tidak kecil.

“Maka usulan meningkatkan anggaran bantuan sosial termasuk PKH dan BPNT bisa dipandang sebagai upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan masalah kemiskinan. Di lain pihak, juga untuk mendorong proses graduasi KPM, sehingga bansos bisa dialokasikan untuk warga kurang mampu lainnya,” kata Mensos usai menghadiri kegiatan Sosialisasi PKH dan BPNT di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (11/03/2019).

Hadir dalam kegiatan ini, anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, dan anggota 3 BPK RI Achsanul Qosasi, Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Tampak hadir pula, Inspektur Jenderal Kementerian Sosial RI Dadang Iskandar, Staf Ahli Menteri Sosial RI Prof. Syahbuddin, Karo Humas Sonny W. Manalu dan Karo Umum Adi Wahyono.

1. PKH dan BPNT efektif punya dampak langsung dalam penurunan angka kemiskinan

caption
caption

Mensos menyaksikan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap l tahun 2019, senilai total Rp64.213.060.000 untuk Kabupaten Lumajang.

Penyaluran bantuan ini merupakan pencairan bantuan sosial Tahap l tahun 2019. Untuk Kabupaten Lumajang, bansos PKH mencakup 46.398 keluarga dengan nilai Rp54.327.250.000, sementara BPNT mencakup 89.871 keluarga dengan nilai Rp9.885.810.000.

Secara umum, pada penyaluran bansos Tahap l tahun 2019, Kementerian Sosial menyalurkan bansos Rp2.284.533.755.000 untuk Provinsi Jawa Timur. 

Presentase angka kemiskinan menjadi sebesar 9,66 persen punya makna penting karena juga dibarengi dengan penurunan indeks gini, yakni 0,381. 

“Ini bukti nyata bahwa bansos termasuk di dalamnya PKH dan BPNT efektif punya dampak langsung dalam penurunan angka kemiskinan. Namun di sisi lain, kenaikan anggaran juga harus dibarengi dengan pengawasan sehingga pengelolaan anggaran bansos tepat sasaran,” kata Mensos.

2. Selanjutnya, akan diluncurkan program Kartu Sembako Murah

IDN Times/Kemensos
IDN Times/Kemensos

Mensos juga menyinggung soal rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Kartu Sembako Murah yang menjadi pelengkap Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Menurut Mensos, pihaknya kini tengah mengkaji konsep, bentuk, dan program Kartu Sembako Murah.  

Sejumlah opsi tengah digodok, termasuk salah satunya adalah mengintegrasikan dan menambah jangkauan kartu sembako murah dengan bansos BPNT.

Sehingga para keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bansos tersebut tidak hanya untuk membeli beras dan telur tetapi juga ditambah dengan kebutuhan pokok lainnya.

"Kalaupun tidak (terintegrasi) dengan kartu sembako murah, bansos BPNT tidak hanya bisa untuk membeli beras dan telur tetapi juga ditambah item-nya dengan minyak goreng dan gula," kata Mensos, dalam kesempatan sebelumnya.

3. Komisi XI DPR dukung kenaikan anggaran

unsplash.com/rawpixel
unsplash.com/rawpixel

Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi mendukung sejumlah rencana yang akan mempercepat proses graduasi KPM PKH, salah satunya adalah dukungan terhadap kenaikan anggaran.

“Kalau disebutkan anggaran bansos tahun 2019, sebesar Rp34,4 triliun, saya kira ke depan seharusnya bisa sebesar Rp50 triliun. Dengan catatan anggaran ini juga dialokasikan untuk kegiatan produktif yang mempercepat graduasi KPM,” kata Nur.

Nur menambahkan, untuk mempercepat upaya pengurangan kemiskinan ia berpendapat, penting agar semua pihak terkait memperluas program yang memungkinkan KPM menambah sumber penghasilan.

“Kemensos sudah punya KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Nah ke depan bisa disinergikan dengan program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan). Program produktif semacam ini bisa menjadi tambahan penghasilan untuk KPM,” katanya.

4. Kemensos memberi apresiasi kepada pelajar Lumajang yang berprestasi

IDN Times/Kemensos
IDN Times/Kemensos

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan apresiasi bagi anak berprestasi dari KPM yakni Ruri Viera Veronicha, siswa kelas IV SDN Tompokersan 03 dengan prestasi sebagai atlet terbaik prakadet putri pada kejuaraan provinsi Taekwondo Antar Pelajar se-Jawa Timur Tahun 2017 dan Juara 1 POOMSAE PRAKADET Kejuaraan Taekwondo Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.

Kemudian Ria Yulianti, siswa kelas 6 SDN Kandang Tepus 01, dengan prestasi meraih medali emas lompat jauh dan 2 perak lari 100 m dan 400 m dalam kejuaraan Paralympian Games Pelajar di Surabaya.

Ada juga Adzyraatul Luthfiyah, siswa kelas XI SMA Negeri 01 Lumajang dengan prestasi juara 2 MTQ Tingkat SMP kategori putri dalan pentas PAI Nasional.

Selain menerima bingkisan, anak-anak beprestasi juga akan menerima Tabungan Bea Siswa masing-masing sebesar Rp. 1.000.000 rupiah persembahan dari Bank BNI

Share
Topics
Editorial Team
Zulfah Goenawan
EditorZulfah Goenawan
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews