Perubahan profil mahasiswa membuat perguruan tinggi mulai mengubah pendekatan pembelajaran. Kampus tidak lagi hanya menyediakan ruang kuliah, tetapi juga sistem yang memungkinkan mahasiswa tetap belajar di tengah berbagai tanggung jawab lainnya.
Selain menghadirkan program Kelas Karyawan, Horizon University dan Kalbis University juga mengembangkan berbagai program pendampingan, coaching, serta penguatan kemampuan bahasa Inggris melalui Global Workplace English Program untuk membantu mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan Country Head PHINMA Education Indonesia, Dr. Raymundo P. Reyes, yang menilai pendidikan tinggi harus mampu mengikuti kebutuhan mahasiswa yang semakin beragam.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda. Ada yang bekerja penuh waktu, menjadi pencari nafkah keluarga, maupun menjadi orang pertama yang menempuh pendidikan tinggi di keluarganya.
“Setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang merupakan profesional yang bekerja, ada yang menjadi orang pertama di keluarganya yang menempuh pendidikan tinggi, dan banyak pula yang harus membagi waktu antara kuliah dan tanggung jawab keluarga. Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus mampu beradaptasi dengan kehidupan mahasiswa, bukan sebaliknya. Dengan begitu, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai tujuan mereka,” ujar Raymundo.
Perubahan cara pandang tersebut menjadi salah satu wajah baru pendidikan tinggi di Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi dan dunia kerja yang terus berubah, kampus tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab hidup yang mereka hadapi setiap hari.