Kukuhkan Kota Cerutu, Ketua DPD Tanyakan Ketidakhadiran Bupati Jember

Jember, IDN Times - Dalam sambutannya di acara pengukuhan Jember sebagai Kota Cerutu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti menanyakan ketidakhadiran Bupati Jember dr Faida dan tidak adanya pejabat yang diutus untuk mewakili. Adapun Gubernur Jatim Khofifah mengutus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk hadir pada acara yang dihelat Sabtu (23/11) malam di Taman Botani Sukorambi, Jember, Jawa Timur.
“Saya kok tidak melihat Ibu Bupati, ya, atau yang mewakili. Yang ada justru kepala dinas dan pejabat dari provinsi Jatim ini. Ada yang aneh sih menurut saya. Karena bagi saya, di tengah pelambatan ekonomi global saat ini, pemerintah daerah, utamanya bupati dan wali kota harus mendorong dunia usaha untuk bekerja maksimal, dengan menciptakan iklim dunia usaha yang kondusif. Terutama mereka yang berorientasi ekspor,” tutur Lanyalla.
1. Selain sebagai kalender wisata, Lanyalla mengapresiasi Jember yang mempunyai peluang bisnis

Malam itu, Lanyalla memberi apresiasi pada acara pengukuhan Kota Jember sebagai Kota Cerutu. Karena selain bisa menjadi ikon kalender wisata, Jember juga mempunyai peluang bisnis berbasis produk cerutu. Apalagi acara tersebut juga dihadiri sejumlah buyer dari mancanegara. “Bahkan sudah diawali dengan sign contract dari beberapa buyer. Ini sejalan dengan target pendapatan pemerintah di sektor nonmigas sebesar 7,5 persen,” tutur Lanyalla.
Apalagi saat ini, pemerintahan Presiden Jokowi concern menekan disparitas antara neraca impor dan ekspor Indonesia. “Tentu hal ini harus menjadi atensi bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Apalagi dari data yang saya baca, ekspor cerutu pada 2018 menyumbang devisa sebesar 108 juta USD. Sebuah angka yang patut kita beri aplaus,” ungkap Lanyalla disambut tepuk tangan para tamu undangan.
2. DPD RI wajib mendukung dan mengawal program di daerah

Lanyalla menambahkan, sebagai wakil masyarakat dan daerah di tingkat pusat, DPD RI wajib mendukung dan mengawal program di daerah yang memberi dampak positif bagi daerah. Terutama yang memberi nilai tambah bagi daerah dan mampu bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bahkan saya meminta kepada seluruh anggota DPD, pada saat reses ke daerah Desember nanti, agar memasukkan ke dalam salah satu agenda anggota, untuk mendata dan memetakan apa saja hambatan dunia usaha di daerah. Petakan dan identifikasi, lalu akan kita bawa ke Jakarta, untuk segera diselesaikan,” tutur Lanyalla.
3. Lanyalla mengapresiasi para pengusaha yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Jember dan sekitarnya

Minggu depan, DPD RI juga akan menandatangani MoU dengan Kadin Indonesia untuk membuat dan mempercepat terobosan kemudahan dalam bisnis di daerah. Hal tersebut tentu harus melibatkan secara aktif pemerintahan di daerah untuk mendukung dunia usaha. Terutama dunia usaha yang padat karya dan berorientasi ekspor. “DPD akan concern untuk hal itu, kita tidak main-main,” pungkasnya.
Dalam acara pengukuhan Jember the City of Cigar Indonesia, Lanyalla mengapresiasi para pengusaha di sektor tembakau, khususnya cerutu, yang ada di Jember, terutama yang eksisting. Seperti PT Boss Image Nusantara atau BIN Cigar, PT MDR atau Mangli Djaya Raya dan Koperasi Karyawan Kartanegara, serta dua perusahaan multinasional, yakni BSB dan Villiger, yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Jember dan sekitarnya. “Semoga ini mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah setempat,” tukasnya.



















