Jakarta, IDN Times - Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan menyoroti langkah polisi mengamankan saksi dan relawan pendukung paslon 02 lantaran mempertanyakan proses rekapitulasi suara di salah satu kecamatan di Kabupaten Sampang yang tidak transparan.
Ferry menilai, langkah polisi mengamankan masyarakat yang mempertanyakan hak suaranya dalam Pilpres itu berpotensi memancing amarah rakyat.
"Saya ingin sampaikan kejadian di Sampang itu adalah sebuah cermin yang saya kira akan menimbulkan sikap perlawanan. Ketika saksi kita mempertahankan dan mempertanyakan angka yang berbeda, dikeroyok dia ramai-ramai. Bukan kami panas-panasi, tapi kesadaran masyarakat sudah bergerak mengejar siapa yang mengeroyok saksi kita dalam rekapitulasi," kata Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/5).
