Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kubu Prabowo Tanggapi Kericuhan Sampang dan Cileungsi

Kubu Prabowo Tanggapi Kericuhan Sampang dan Cileungsi
IDN Times/Irfan fathurohman

Jakarta, IDN Times - Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan menyoroti langkah polisi mengamankan saksi dan relawan pendukung paslon 02 lantaran mempertanyakan proses rekapitulasi suara di salah satu kecamatan di Kabupaten Sampang yang tidak transparan.

Ferry menilai, langkah polisi mengamankan masyarakat yang mempertanyakan hak suaranya dalam Pilpres itu berpotensi memancing amarah rakyat.

"Saya ingin sampaikan kejadian di Sampang itu adalah sebuah cermin yang saya kira akan menimbulkan sikap perlawanan. Ketika saksi kita mempertahankan dan mempertanyakan angka yang berbeda, dikeroyok dia ramai-ramai. Bukan kami panas-panasi, tapi kesadaran masyarakat sudah bergerak mengejar siapa yang mengeroyok saksi kita dalam rekapitulasi," kata Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/5).

1. Ferry sebut saksi 02 memprotes karena C1 tak sesuai

IDN Times/Irfan Fathurohman
IDN Times/Irfan Fathurohman

Peristiwa di Sampang bermula saat saksi untuk Prabowo Subianto memprotes panitia pemilu kecamatan (PPK) atas hasil perolehan suara. Saksi memprotes hasil penghitungan karena tidak cocok dengan salinan C1 yang ia pegang.

Ferry menilai, tindakan para saksi adalah cerminan dari sikap masyarakat yang menghendaki agar kontestasi demokrasi ini berjalan transparan. Sebab saat ini tengah ada upaya sistematis untuk mencurangi hasil pemilu.

"Jadi semua pendukung Prabowo-Sandi adalah orang yang cinta damai. Yang mengganggu suara mereka siapa? Yang mengintimidasi siapa? Yang memalsukan surat suara siapa? Yang mengubah-ubah hasil hitungan siapa? Makanya TSM itu bukan lagi terstruktur, sistematis dan masif, tapi tipu-tipu, salah entry, dan manipulasi," ucap Ferry.

2. BPN juga menyoroti kasus penurunan baliho di Cileungsi

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Ferry juga menyinggung upaya paksa polisi menurunkan baliho ucapan selamat kepada Prabowo-Sandiaga yang dipasang secara swadaya oleh masyarakat Cileungsi. Ferry mengatakan, peristiwa Cileungsi memberikan pesan tegas bahwa masyarakat tidak mau siapa pun bertindak tidak adil, bertindak tidak jujur terhadap Pemilu.

"Apa salahnya ketika masyarakat memasang ucapan selamat di wilayah, mereka modal-modal sendiri, manjat-manjat sendiri, kok ya diturunkan ya? Harapan kami adalah, Pak Polisi kejarlah orang yang memanipulasi suara. Itu lah sesungguhnya musuh negara. Itulah sesungguhnya pengkhianat negara, dan itulah sesungguhnya yang akan menghancurkan NKRI," ucap Ferry.

3. Viral video kericuhan saat rekapitulasi suara di Sampang

IDN times/Musthofa Aldo
IDN times/Musthofa Aldo

Sebelumnya, Video yang memperlihatkan kericuhan di tengah rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Sampang, Madura, viral di media sosial sejak kemarin, Jumat (3/5). Video tersebut menunjukkan beberapa saksi yang terlihat cekcok hingga saling dorong.

Dalam video terlihat ada beberapa orang yang terlibat. Ada pula salah satu orang yang dipiting dua orang lainnya. Nampak polisi dibantu beberapa petugas langsung melerai.

4. Upaya penurunan baliho kemenangan Prabowo-Sandiaga di Cileungsi

IDN Times/Irfan Fathurohman
IDN Times/Irfan Fathurohman

Untuk diketahui, KPU baru akan mengumumkan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei nanti. Sampai saat ini kedua kubu saling mengklaim kemenangan. Kubu Jokowi menyatakan menang dengan memaparkan hasil quick count mayoritas lembaga survei. Sedangkan kubu Prabowo mengklaim menang dengan hitungan real count internal.

Sebelumnya diberitakan, baliho berisi klaim kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terpasang di Limus Pratama, Cileungsi. Baliho tersebut akan diturunkan oleh Satpol PP dibantu polisi, tapi dihalangi relawan pendukung Prabowo-Sandiaga. Hingga saat ini baliho tersebut belum diturunkan lantaran mendapatkan perlawanan.

Share
Topics
Editorial Team
Irfan Fathurohman
EditorIrfan Fathurohman
Follow Us

Latest in News

See More

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel Imbas Konflik

09 Mar 2026, 11:24 WIBNews