Kondisi hotspot di seluruh Indonesia pada bulan Oktober, puncaknya jatuh pada tanggal 14 Oktober 2019 dengan total hotspot 482 titik. Kondisi hotspot seluruh Indonesia mencapai puncak pada bulan September 2019, sedangkan pada bulan Oktober sudah mengalami penurunan.
Hotspot memuncak di Riau pada tanggal 10 Oktober 2019. Namun, kondisi hotspot menunjukkan tren penurunan dibanding masa puncak.
Kondisi hotspot di Jambi, meningkat tajam pada bulan September 2019 dan pada Oktober 2019 telah mengalami penurunan. Jumlah hotspot memuncak pada 14 Oktober 2019 (159 titik). Namun, kondisi sudah mulai menurun, bahkan sempat tidak terpantau hotspot pada sejak kemarin.
Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot naik pada tanggal 14 Oktober, tetapi pada tanggal 15 Oktober dan 16 Oktober menurun, hal ini disebabkan karena karhutla di perbatasan Jambi dan Sumsel.
Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot memuncak pada 9 Oktober sebanyak sebanyak 64 titik.
“Jadi, dibandingkan secara umum di 2019 ini ada kenaikan hotspot. Tentu jika hotspot-nya naik, pasti luas lahan kebakarannya juga naik,” kata Raffles.
“Kemarin ada hari tanpa hujan sampai 120 hari. Itu sangat kering. Air tidak ada begitupun terbakar, jadi sulit dipadamkan. Ada petugas, ada alatnya, tetapi tidak ada airnya. Itu yang menjadi problem utama. Kemudian di Sumsel juga begitu, Oktober masih tinggi (kebakaran), tetapi sudah ditangani,” tambahnya.