Jokowi: BUMN Harus Berani ke Luar Negeri untuk Jadi Pionir

Jakarta, IDN Times - Calon Presiden nomor urut 01, Joko "Jokowi" Widodo, merespons pertanyaan dari kubu capres-cawapres nomor urut 02 terkait BUMN. Menurut capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, BUMN di Indonesia saat ini mulai goyah, padahal mereka adalah benteng-benteng terakhir ekonomi negara.
Jokowi merespons sebagai berikut, "BUMN ke depan harus berani keluar kandang untuk jadi pionir. BUMN harus ke luar negeri, membuka pasar, membuka networking, sehingga harapannya swasta bisa masuk dan mengikuti jalan yang dibuka oleh BUMN," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi juga ingin mengembangkan BUMN. "Pembangunan BUMN akan selalu dikembangkan. Kita pasti akan membangun BUMN. Holding yang berkaitan dengan migas akan kita kembangkan, yang berkaitan dengan sektor perkebunan juga akan kita kembangkan," lanjut Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga memaparkan bahwa BUMN di Indonesia juga punya prestasi.
"Pabrik INKA itu kan sudah ekspor berapa banyak kereta api ke Bangladesh," jawab Jokowi dalam salah satu sesi tanya jawab pada Debat Terakhir Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Sabtu (19/4).

![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
