Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jalur Kereta Api Segmen I Penghubung Sumut-Aceh Akan Selesai Tahun Ini

Jalur Kereta Api Segmen I Penghubung Sumut-Aceh Akan Selesai Tahun Ini
pixabay.com

Banda Aceh, IDN Times - Proyek pembangunan jalur rel kereta api Trans Sumatera, Medan-Banda Aceh, segmen Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara sampai kawasan Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh hampir selesai. Tidak lama lagi, Provinsi Aceh dan Sumatera Utara akan kembali dilalui kereta api.

Pejabat Pembuat Komitmen Aceh Wilayah II Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatra Utara Halim Hartono mengatakan, proyek jalur segmen satu yang telah dimulai sejak 2017 tersebut, diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 ini.

“Segmen satu ini kita mulai dari 2017, di Besitang, rencananya tahun 2020 ini selesai. Mudah-mudahan,” kata Hartono saat dihubungi IDN Times, via telepon, Sabtu (11/1).

1.Pengerjaan yang sudah selesai mencapai 83 persen

Pekerjaan cutting bukit (IDN Times/Istimewa)
Pekerjaan cutting bukit (IDN Times/Istimewa)

Pada tahap pertama ini, jalur kereta api yang dibangun, dikatakan Hartono, panjangnya lebih kurang 35 kilometer. Dimulai sejak 2017 lalu, pengerjaan proyek yang akan menghubungkan dua provinsi ini telah mencapai lebih dari 80 persen.

“Pada prinsipnya, dia itu seluruhnya (panjang jalur) 35 kilometer lebih kurang. Progresnya kira-kira 80-83 persen untuk keseluruhan,” ujarnya.

2.Pembebasan lahan sempat menjadi kendala pengerjaan proyek

Pekerjaan lantai underpass (IDN Times/Istimewa)
Pekerjaan lantai underpass (IDN Times/Istimewa)

Proyek pembangunan jalur rel kereta api Trans Sumatera, Medan-Banda Aceh, segmen Besitang sampai kawasan Sungai Liput ini, sempat mengalami sejumlah kendala. Terutama dalam permasalahan pembebasan lahan yang akan dibangun jalur kereta api.

“Kendala yang paling utama di waktu awal kemarin itu yakni di lahan, yang mana harus kita bebaskan,” ungkap Hartono.

Tidak hanya itu, penertiban lahan di sejumlah titik dari dua provinsi yang pernah atau menjadi rute (trase) lama milik PT KAI (Kereta Api Indonesia) pun sempat menjadi kendala. Bahkan, dikatakan Hartono, butuh waktu hingga dua tahun untuk menyelesaikannya.

“Kemudian juga ada beberapa titik daerah trase (rute) lama, di tanah PT KAI lama kita juga lakukan penertiban lahannya. Itu butuh waktu satu hingga dua tahun. Itu tetapi tidak semua, hanya beberapa spot (titik). (Kendala wilayah penertiban) variasi lah. Cuma terakhir pembebasan wilayah kita di wilayah Aceh-nya, di Sungai Liput,” imbuhnya.

3.Fokus beberapa pembangunan penunjang lainnya

Pekerjaan penghamparan batu pecah (balas) (IDN Times/Istimewa)
Pekerjaan penghamparan batu pecah (balas) (IDN Times/Istimewa)

Lebih kurang 20 persen lagi, setelah itu jalur kereta api segmen pertama yang menghubungkan Sumatra Utara dan Aceh akan selesai. Pekerjaan proyek hanya tinggal memfokuskan ke sejumlah kegiatan pembangunan tubuh jalan, seperti pekerjaan galian dan timbunan.

Penyelesaian pemasangan rel beserta bantalan beton dan aksesorisnya. Pemasangan wesel bantalan beton di setiap masing-masing stasiun baru. Serta pembangunan jembatan dengan konstruksi I -girder, box culver, over pass dan jalan bawah tanah, persinyalan elektrik serta pembangunan Stasiun Sei Liput, Halaban dan Stasiun Sei Sirah.

4.Akan melanjutkan pengerjaan hingga ke Kota Langsa

Ilustrasi kereta api (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Ilustrasi kereta api (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Jika segmen satu proyek pembangunan jalur rel kereta api Trans Sumatera, Medan-Banda Aceh telah selesai, rencananya, akan dilanjutkan dengan segmen dua hingga ke Kota Langsa, Aceh. “Kalau ada kesempatan kita sambung ke segmen dua, sampai Langsa.”

Untuk pemulaian pengerjaan dan penyelesaian lahan di kawasan menuju jalur Langsa, pejabat Pembuat Komitmen Aceh Wilayah II Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah itu menyampaikan masih menunggu hasil dari Keputusan Presiden (Keppres) terkait Kawasan Proyek Strategis Nasional. Upaya untuk memasukan segmen dua ke dalam keppres tersebut dikatakan Hartono, juga telah diminta oleh gubernur Aceh.

“Kalau lahan kita lagi menunggu, kemarin pak gubernur sudah meminta surat ke presiden terkait masuknya (proyek) di Keppres Kawasan Proyek Strategis Nasional, karena memang untuk segmen II ini belum masuk di Proyek Srategis Nasional yang dikeluarkan Keppres. Cuma dari segi anggaran proyek ini sudah masuk proyek prioritas nasional tetapi belum masuk kawasan strategis nasional. Tinggal kita menunggu Keputusan Presiden Kawasan Proyek Strategis Nasional mungkin dari presiden nanti.”

5.Berharap dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah

IDN Times / Larasati Rey
IDN Times / Larasati Rey

Hartono berharap, proyek pembangunan jalur rel kereta api Trans Sumatera, Medan-Banda Aceh, segmen satu dan dua, didukung sepenuhnya oleh pemerintah, baik dari pusat maupun provinsi. Sehingga, pengerjaan jalur kereta api yang menghubungkan dua provinsi tersebut bisa dengan cepat diselesaikan.

“Harapannya pemerintah pusat mendukung, pemerintah daerah mendukung, ya kita operator kalau semua mendukung tinggal melaksanakan, cepat, tepat waktu, dan bermutu,” harapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Muhammad Saifullah
EditorMuhammad Saifullah
Follow Us

Latest in News

See More

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel Imbas Konflik

09 Mar 2026, 11:24 WIBNews