Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Istana Tolak Tanggapi Tudingan Rekayasa Kasus Novel Baswedan

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman. (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman. (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Jakarta, IDN Times - Politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung, melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan atas dugaan telah membohongi publik soal penyiraman air keras terhadap dirinya pada 11 April 2017. Novel Baswedan dituding telah merekayasa teror air keras yang menimpa dirinya.

Terkait laporan Dewi Tanjung tersebut, Juru Bicara Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Fadjroel Rachman menolak menanggapi lebih jauh. Dia mengatakan, hal itu bukan wewenang dari Istana Kepresidenan.

"Mungkin bukan tugas kepresidenan kali ya menjawab itu," ujar Fadjroel di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

1. Pemerintah tetap komitmen tegakkan hukum

IDN Times/Teatrika Handiko Putri
IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Meski tak ingin berkomentar lebih jauh, Fadjroel mengatakan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk menegakkan hukum di Indonesia.

"Terhadap kasus apapun kan pemerintah ingin tegas bahwa ini negara hukum, semua hukum positif harus ditegakkan, dan pemerintah tanpa kecuali harus menegakkannya," jelas Fajdroel.

2. Dewi Tanjung laporkan kasus Novel sebagai rekayasa ke Polda Metro Jaya

(Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung <kanan>) Istimewa
(Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung <kanan>) Istimewa

Sebelumnya, Dewi Tanjung mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu siang (6/11). Kepada media, Dewi mengaku ada kejanggalan dari rekaman video CCTV yang menunjukkan luka di wajah mantan perwira kepolisian itu usai disiram air keras. 

"Dari kepala yang semula diperban, lalu tiba-tiba mata yang buta, gitu kan?" kata perempuan yang sempat ikut nyaleg dari daerah Jawa Barat itu. 

Sebagai bagian dari publik, Dewi merasa berhak mengetahui apakah teror air keras itu benar-benar terjadi atau rekayasa belaka. Apalagi proses pengobatan Novel di Singapura, kata dia, sempat menggunakan uang negara. 

"Dia kan didanai oleh negara mencapai Rp3,5 miliar. Itu kan gak sedikit untuk biaya," tutur Dewi. 

3. Dewi menilai aneh wajah Novel tetap mulus walau terkena air keras

(Penyidik senior KPK Novel Baswedan) ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
(Penyidik senior KPK Novel Baswedan) ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Dewi mengatakan salah satu kejanggalan dari peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Novel yakni fisik wajahnya tetap mulus. Padahal, menurut dia, air keras atau asam sulfat sangat berbahaya bagi kulit. Apalagi kalau cairan itu mengenai indera penglihatan. 

"Pertama, dia bilang sudah disiram air keras tapi kulitnya (tetap) mulus dan bagus. Sedangkan, kelopak mata ini kan sensitif. Kami perempuan saja kalau pakai extension bulu mata, itu bisa rontok bulu matanya dan lama tumbuhnya (kalau terkena air keras)," tuturnya. 

Dewi melanjutkan, apabila kulit terkena air panas saja bisa melepuh. Sementara, yang menimpa Novel usai disiram air keras baginya tidak masuk akal. 

"Makanya, saya mau cari fakta kebenaran, supaya polisi menelusuri laporan itu," kata dia.

Share
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Gempa Hari Ini 27/12/2025 bermagnitudo 5.8 di ENGGANO-BENGKULU

27 Des 2025, 08:15 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews