Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Loh Untung Ruginya Banyak Partai Politik di Indonesia

Ini Loh Untung Ruginya Banyak Partai Politik di Indonesia
caption

Jakarta, IDN Times - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak partai politik (multipartai) di dalam sistem pemerintahannya, karena sesuai asas yang dianut Indonesia, yaitu demokrasi.

Partai politik bermunculan setelah runtuhnya Orde Baru, karena keran demokrasi seakan terbuka lebar usai dikunci rapat oleh rezim Soeharto. Reformasi menjadikan partai politik tumbuh subur di Tanah Air.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, sedikitnya ada 20 partai politik nasional dan empat partai lokal yang meramaikan pemilu serentak 2019. Lalu, apa sih untung dan ruginya jika Indonesia memiliki banyak partai?

1. Kelebihan banyak partai adalah masyarakat punya banyak pilihan menyerap aspirasinya

caption
caption

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin mengatakan, lahirnya sejumlah partai politik setelah reformasi, karena banyak aspirasi masyarakat yang tidak bisa diserap maksimal oleh partai yang telah eksis sebelumnya.

“Ya karena masyarakat heterogen, akhirnya semua ingin berkuasa. Apa untungnya? ya masyarakat punya banyak pilihan. Banyak program-program yang disampaikan oleh banyak partai itu, sehingga masyarakat memiliki alternatif memilih partai mana yang terbaik,” kata Ujang saat dihubungi IDN Times, Senin (18/11).

2. Kekurangan multi partai adalah banyak kepentingan dan konflik

(Susunan Wamen Kabinet Indonesia Maju)
(Susunan Wamen Kabinet Indonesia Maju)

Namun, Ujang mengatakan, lahirnya banyak partai baru sekarang ini tidak diimbangi dengan konsistensi partai dalam menjalankan program dam ideologinya di lapangan, sehingga lebih banyak dampak negatifnya.

“Kekurangnnya terlalu banyak, politik menjadi gaduh, lalu banyak kepentingan, konflik dan intrik-intrik,” kata dia.

3. Banyak partai politik melahirkan politik transaksional

caption
caption

Menurut Ujang banyak partai politik di Indonesia juga akhirnya melahirkan politik transaksional, yang tidak baik untuk keberlangsungan demokrasi.

“Ya misalnya kayak kemarin, banyak partai koalisi Jokowi yang gaduh tidak kebagian jatah di kabinet. Akhirnya kan lahir opsi adanya wakil menteri, itu untuk akomodir partai yang belum kebagian jabatan seperti Hanura dan lain-lain,” kata dia, mencontohkan.

4. Indonesia harus belajar dari Amerika untuk mengelola partai yang banyak

(Ilustrasi Gedung Putih) Pexels/Aaron Kittredge
(Ilustrasi Gedung Putih) Pexels/Aaron Kittredge

Ujang menuturkan, Indonesia seharus nya bisa mencontoh Amerika Serikat. Meskipun banyak partai yang eksis, namun hanya ada dua partai besar yang berkuasa, yaitu Partai Demokrat dan Republik.

“Kita ini mirip-mirip Amerika lah negaranya, demokrasi lalu presidensial. Kita juga penduduknya banyak sama kayak Amerika. Kalau kita hampir semua partai besar. Nah, tentu tadi kekurangannya adalah ketika terjadi banyak kepentingan akan gaduh,” tutur dia.

Share
Topics
Editorial Team
Fitang Budhi Adhitia
Rochmanudin
Fitang Budhi Adhitia
EditorFitang Budhi Adhitia
Follow Us

Latest in News

See More

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel Imbas Konflik

09 Mar 2026, 11:24 WIBNews